Produsen 'The Wolf of Wall Street' Damai dengan Pemerintah AS

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Minggu, 17/09/2017 14:36 WIB
Produsen 'The Wolf of Wall Street' Damai dengan Pemerintah AS Rumah produksi film 'The Wolf of Wall Street,' Red Granite Pictures, telah menyelesaikan gugatan sipil yang diajukan oleh pemerintah Amerika Serikat. (Dok. Paramount Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah produksi film The Wolf of Wall Street, Red Granite Pictures, telah menyelesaikan gugatan sipil yang diajukan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). Dalam gugatan tersebut, pemerintah AS ingin menyita aset yang diduga berasal dari uang hasil curian dari lembaga investasi negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Rumah produksi yang salah satu pendirinya adalah Riza Aziz, anak tiri Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, mengumumkan penyelesaian gugatan melalui penyampaian berkas dokumen di pengadilan federal Los Angeles, Jumat (15/9) lalu. Namun, dokumen itu tak menguak rincian penyelesaian gugatan secara detail dan tak menyebutkan nominal penyelesaian gugatan tersebut.

"Para pihak dengan senang menginformasikan pengadilan bahwa Red Granite dan pemerintah [AS] pada prinsipnya telah mencapai kesepakatan," seperti dinyatakan dalam berkas dokumen, dikutip dari Reuters, Minggu (17/9).
Kesepakatan tidak hanya menghapus jejak dugaan korupsi dalam biaya produksi film yang dibintangi Leonardo DiCaprio itu, namun juga untuk dua film produksi Red Granite lainnya, Dumb and Dumber To dan Daddy’s Home.


"Kami senang, akhirnya dapat menempatkan masalah ini di belakang kami dan berharap untuk kembali memfokuskan perhatian pada bisnis film kami," ujar Red Granite dalam pernyataannya.

Selama dua tahun terakhir, Departemen Kehakiman AS telah mengajukan banyak gugatan terkait penyalahgunaan dana investasi 1MDB yang mencapai US$4,5 miliar. Kendati demikian, baik Red Granite maupun Aziz terus membantah telah melakukan pelanggaran.
Dengan target aset sitaan senilai US$1,7 miliar, gugatan terkait skandal 1MDB merupakan gugatan terbesar oleh AS di bawah inisiatif pengembalian aset kejahatan pencurian uang publik oleh kelompok tertentu (kleptokrasi).

Beberapa aset yang menjadi target sitaan di antaranya lukisan Picasso yang diberikan kepada aktor Leonardo DiCaprio dan perhiasan senilai jutaan dolar kepada model asal Australia, Miranda Kerr.

Skandal 1MDB menyeret Razak yang juga menjabat sebagai anggota dewan penasihat lembaga investasi negara tersebut. Namun, orang nomor satu Malaysia itu secara konsisten terus membantah telah terjadi penyalahgunaan dana kelolaan 1MDB.
Dalam pertemuan Razak dengan Presiden AS Donald Trump pekan lalu, keduanya juga tidak menyinggung soal skandal 1MBD.

Meskipun tak ada satu pun gugatan yang dialamatkan kepada Razak, sejumlah orang-orang dekat Razak, termasuk anak tirinya, Aziz, disebut FBI terlibat dalam skandal korupsi tersebut.

Awal bulan ini, Biro Investigasi Federal (FBI) AS menyatakan saksi potensial kasus 1MDB takut berbicara dengan penyidik AS karena alasan keselamatan.