'Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak' Tayang November 2017

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Senin, 25/09/2017 20:18 WIB
'Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak' Tayang November 2017 Setelah tayang di berbagai festival film internasional, film 'Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak' karya Mouly Surya akan rilis di Indonesia pada 16 November. (Dok. Cinesurya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah melanglang buana ke sejumlah festival film Internasional, film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak atau Marlina the Murderer in Four Acts, siap tayang di Indonesia mulai 16 November mendatang.

Sebelumnya, film yang mengambil latar di Sumba, Nusa Tenggara Timur telah masuk seleksi Festival Film Cannes pada Mei lalu, New Zealand International Film Festival dan Melbourne Film Festival yang digelar pada Agustus, serta Toronto International Film Festival pada September.

“Sangat senang kalau Marlina akan ditayangkan di Indonesia, pulang ke rumah juga setelah kemarin sudah banyak yang tanya. Bagaimanapun seindah-indahnya luar negeri lebih nyaman rumah sendiri,” ujar Mouly Surya, selaku sutradara film tersebut dalam gelaran jumpa pers di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (25/9).



Sebelum resmi tayang di Indonesia, produser Fauzan Zidni mengungkapkan film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak ini akan melaju lagi ke sejumah festival film internasional lainnya.

Sejumlah festival Itu termasuk Vancouver International Film Festival yang digelar September dan Oktober, Sitges International Fantastic Film Festival serta Busan International Film Festival yang diselenggarakan pada Oktober nanti.

Menambahkan Fauzan, Rama Adi yang juga berperan sebagai produser film menyebut festival film internasional penting film yang dibintangi Marsha Timothy ini.


“Pentingnya terseleksi festival film besar seperti di Cannes dan Toronto, sebenarnya sebagai strategi penting dari kami untuk membuka kesempatan luas mengakses jalur-jalur distribusi bagi produksi kami. Memberi kesempatan kepada film kami untuk bertemu lebih banyak lagi penontonnya," tambah Rama.

Rama juga memaparkan bahwa film tersebut sudah mendapatkan jalur distribusi ke sebanyak 18 negara termasuk Amerika Serikat dan Kanada. Sedangkan sejumlah distributor dari negara lain disebut masih dalam tahap negosiasi.

“Untuk daftar lengkap distribusinya baru akan ada Oktober nanti, saat Busan Film Festival,” katanya.

[Gambas:Youtube]

Tak luput, ia juga mengungkapkan strategi bagaimana film Marlina dapat banyak dilirik penayangan di luar Indonesia. Kuncinya yakni bermitra dengan ko-produksi internasional.

Perjalanan 'Marlina' disebutkan cukup panjang. Mulanya, Marlina menjadi film Indonesia pertama yang menerima subsidi bergengsi dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan Prancis, Cinema du Monde.

Sampai akhirnya, proyek film ini ikut terseleksi dalam Asian Project Market di Busan International Festival 2015, Korea Selatan dan cinefondation L'Ateller Cannes Film Festival 2, dan melaju ke berbagai festival.

[Gambas:Instagram]

Di sisi lain, diberitakan Variety, film thriller garapan Mouly Surya itu telah dibeli lisensi tayangnya di Amerika Serikat oleh Asian Shadow selaku pemegang distribusi internasional film tersebut.

Film yang telah tayang di Festival Film Cannes 2017 itu dijadwalkan beredar di bioskop Negeri Paman Sam pada 2018 setelah menjalani serangkaian tur di berbagai festival film di Amerika Serikat.

Film ini dibintangi Marsha Timothy (Marlina), Dea Panendra (Novi), Egi Fedly (Markus), dan Yoga Pratama (Frans). Sementara, skenario filmnya digarap oleh Mouly Surya dan Rama Adi, dengan ide cerita dari Garin Nugroho.

[Gambas:Instagram]

Dikisahkan, suatu hari di sebuah padang sabana Sumba, Indonesia, sekawanan tujuh perampok mendatangi rumah seorang janda bernama Marlina.

Mereka mengancam nyawa, harta dan juga kehormatan Marlina dihadapan suaminya yang sudah berbentuk mumi, duduk di pojok ruangan.

Keesokan harinya dalam sebuah perjalanan demi mencari keadilan dan penebusan, Marlina membawa kepala dari bos perampok, Markus (Egi Fedly), yang ia penggal.


Marlina kemudian bertemu Novi (Dea Panendra) yang menunggu kelahiran bayinya dan Franz (Yoga Pratama) yang menginginkan kepala Markus menunggu kembali. Markus yang tak berkepala juga berjalan menguntit Marlina. (end)