Music at Newsroom

Base Jam dan Cerita Tak Terbayang Seperempat Abad

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 20/10/2017 09:26 WIB
Base Jam dan Cerita Tak Terbayang Seperempat Abad Memulai karier pada 1994 dan sempat bongkar-pasang personel, Base Jam mengaku tak pernah terbayang bisa bertahan nyaris seperempat abad. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi Generasi 90-an, band Base Jam tidaklah asing. Band yang terbentuk sejak 1994 dan sempat menghilang itu kini kembali dan siap merayakan usia ke-25 sekaligus produktif menghasilkan karya.

“Di 25 tahun Base Jam, jadi 15 Januari 2019. Itu Base Jam bakal merayakan ulang tahun bareng,” kata Adon kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Base Jam sempat mewarnai belantika industri musik Indonesia dua dekade silam. Pada 1994, Base Jam beranggotakan Adon, Sigit, Adnil, Aris, Bambang Sutanto, Intan, dan Ardhini.


Namun, mereka harus menghadapi fase kritis ketika satu per satu personel memutuskan hengkang dan band itu pun mengalami bongkar-pasang personel.


Beberapa anggota yang keluar dari band pelantun Aku Bukan Pujangga itu adalah Adnil, Sigit, Intan, Coki, Bambang, dan Wally. Base Jam pun menyisakan formasi Oni, Adon, Aris, Ardhini, Alvin, dan Echa, hingga 2010.

Dalam perayaan ke-21 tahun pada 2015 lalu, Base Jam kemudian membentuk Base Jam Reunion atas berbagai masukan penggemar mereka. Pada fase ini, Sigit dan Adnil kembali bergabung sedangkan Bambang terlibat sebagai desainer cover album reunian mereka.

Adon mengenang momen kembalinya personel lama Base Jam dengan sebuah pengakuan kekhawatiran. Ia sempat khawatir ‘chemistry’ antara personel yang ada dengan ‘para mantan’ tak lagi sama.

[Gambas:Youtube]

Namun ketika mereka bertemu Sigit, suasana yang terasa ternyata masihlah sama.

“Awalnya kami berpikir waktu ajak bertemu Adnil, Sigit chemistry-nya tak ketemu karena sudah tidak sering nongkrong,” kata Adon.

“Setelah reuni yang sebenarnya sudah lama tak bertemu, lalu bertemu Sigit dan bercandaannya seperti tahun 90an, obrolannya kayak tahun 90an, chemistry kayak tahun 90an. Sehari dua hari kami mengobrol lalu bermain band, dapat begitu saja,” timpal Aris.


Untuk urusan album, Base Jam tercatat sudah merilis delapan album sejak Bermimpi (1996) hingga album reunian mereka pada 2015 silam. Kini, mereka bertekad melanjutkan menghasilkan karya.

Tahun ini, Base Jam Reunion telah merilis sebuah single bertajuk Cintailah Dia. Tak berhenti sampai di situ, band legendaris anak muda ini akan kembali mempersiapkan album untuk dirilis tahun depan.

“Spesialnya single di tahun ini kami akan berkolaborasi dengan musisi yang mudah-mudahan mewakili musik era sekarang. Kami juga ingin bisa berkolaborasi dengan musisi generasi kini,” kata Adon.

[Gambas:Youtube]

Bagi Base Jam, masih bertahannya mereka di belantika musik Indonesia dan tetap menghasilkan karya tak pernah terbayangkan sebelumnya. Kini, Base Jam hanya menjalankan jalan yang sudah mereka mulai, 23 tahun lalu.

“Saat buat album pertama, tidak terbayang bisa sampe album ke-3, pas album ke-3 tidak menyangka sampai album ke-6 dan tak terbayang sekarang hampir 23 tahun, jadi alhamdulillah bisa bertahan sampai saat ini. Karena Tuhan kami bisa seperti ini, semoga kami bisa menjaga musik ini,” kata Aris.

Base Jam akan bercerita dan bermain musik di CNNIndonesia.com Music at Newsroom pada Rabu (25/10) pukul 14.00 sampai 15.00 WIB.