MUSIC AT NEWSROOM

Cerita Pijar Merajut Asa dari Medan hingga Jakarta

Puput Tripeni Juniman | CNN Indonesia
Senin, 11 Sep 2017 19:03 WIB
Super grup asal Medan, Sumatera Utara itu meninggalkan zona nyaman mereka dengan hijrah ke Jakarta. Padahal grup itu sudah bisa dibilang terkenal di Medan. Pijar hijrah dari Medan ke Jakarta demi mimpi bermusik. (CNN Indonesia/Timothy Loen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak banyak band daerah yang berani menguji nyali berkiprah secara nasional seperti Pijar.

Super grup asal Medan, Sumatera Utara itu meninggalkan zona nyaman mereka dengan hijrah ke Jakarta. Padahal grup itu sudah bisa dibilang terkenal di Medan. Pijar mengadu nasib dari kondisi yang sudah mapan itu, menjadi band baru yang belum punya nama di Ibu Kota.

"Pijar kalau di Medan itu kayak super grup sih. Kalau di Jakarta kami jauh banget dari super grup," kata Pijar saat bertandang ke CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.



Langkah berani bermigrasi ke Jakarta itu dilakukan Alfredo sebagai vokalis, Ican pemetik gitar dan Aul penabuh drum demi menggapai mimpi menembus pasar nasional yang lebih luas.

Grup yang terbentuk di Medan pada 2013 itu membawa ambisi yang melekat dalam nama band mereka. Pijar merupakan akronim dari Perfection, Imagination, Joy, Ambition, dan Required.

"Jadi kesempurnaan imajinasi yang melengkapi satu sama lain dan akhirnya menjadi Pijar. Tapi, banyak yang tanya kenapa Pijar, karena capai jawabnya [kami jawab] karena untuk menerangi semuanya," tutur Aul menjelaskan asal usul nama Pijar.


Para personel Pijar memang berasal dari latar belakang musik yang berbeda. Sebelum bersatu dalam Pijar, Alfredo, Ican dan Aul bergabung dalam beberapa band di Medan.

Alfredo pernah bermain dalam band metal The Vintage Glasses, Ican memenangi kompetisi dengan band pop The Babe dan Aul tergabung dalam The Object of Addictive dan The Brengsex.

Tak lama setelah dipersatukan dalam Pijar dan mendapat nama di Medan, mereka hijrah ke Jakarta.


Tiga tahun menapakkan kaki di Jakarta, mimpi Pijar yang bernaung di bawah payung indi perlahan mulai tergapai. Band beraliran alternatif pop itu sudah membuahkan sebuah album bertajuk Exposure dan tiga album mini yakni The Sound of Youth, Selatan dan Ekstase.

Lagu-lagu bernada New Wave era ’80-an yang juga terpengaruh musik 2000-an membuat nama Pijar kian dikenal. "Banyak juga sih yang responsnya positif. Pada antusias dengar lagu kita. Variatif kan ya," tutur Ican menilai tanggapan masyarakat terhadap Pijar.

Pijar kini tengah disibukkan menggelar promosi album mini teranyar mereka, Ekstase ke berbagai kota di Indonesia. 'Tour Ekstase' itu sudah digelar di Bali, Surabaya, Malang, Semarang dan Yogyakarta.

Simak kisah Pijar yang merajut asa dari Medan hingga Jakarta di Music at Newsroom CNNIndonesia.com pada Rabu (20/9) pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. (haf/rsa)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER