Harvey Weinstein Gugat Perusahaannya Sendiri

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 27/10/2017 07:52 WIB
Harvey Weinstein Gugat Perusahaannya Sendiri Harvey Weinstein menggugat perusahaannya sendiri untuk meminta akses informasi yang diklaim dapat membebaskan dia dari tuduhan pelecehan seksual. (AFP PHOTO/LOIC VENANCE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harvey Weinstein menggugat perusahaan yang ia buat sendiri, The Weinstein Co, pada Kamis (26/10) waktu Amerika Serikat. Dalam gugatannya, Weinstein menuntut akses atas surel dan informasi yang ia klaim dapat membantu dia terbebas dari tuduhan pelecehan seksual.

Weinstein mengklaim ia juga memerlukan informasi tersebut untuk menyelamatkan perusahaan tempat ia dan adiknya menjadi investor terbesar itu dari upaya pihak yang ingin mengambil alih.

Diberitakan Reuters, dalam gugatan itu, Weinstein mengatakan dia ingin menyelidiki dugaan kebocoran informasi rahasia hingga sampai di tangan media.



Selain itu, Weinstein juga ingin menyelidiki dugaan kesalahan pengambilan keputusan dewan direksi dan eksekutif atas pemecatan dirinya dari perusahaan tersebut. Ia juga menduga dewan perusahaan berniat untuk menjual perusahaan tersebut.

“Tuan Weinstein percaya akun surelnya, yang hanya dia gunakan selama masih dalam perusahaan tersebut, akan berisi informasi yang mampu membebaskannya (dari tuduhan pelecehan seksual),” tulis pengacara Weinstein dalam surat kepada perusahaan Weinstein Co.

Namun Reuters mengabarkan, perwakilan dari Weinstein maupun Weinstein Co belum memberikan tanggapan atas kabar ini.


The Weinstein Co merupakan salah satu perusahaan besar Hollywood yang berpengaruh sejak didirikan pada Oktober 2005 dan telah memproduksi juga mendistribusikan berbagai film, termasuk The King’s Speech dan Silver Linings Playbook.

Kasus Weintein merebak setelah The New York Times melaporkan di awal bulan ini akan tindakan pelecehan yang dilakukan Weinstein terhadap sejumlah aktris muda di awal karier mereka.

Weinstein, dalam laporan tersebut, melakukan pelecehan kepada para wanita itu sebagai ’syarat’ untuk diorbitkan menjadi selebritas Hollywood. Tindakan itu telah dilakukan Weinstein selama lebih dari tiga dekade.


Sedangkan majalah New Yorker melaporkan sebanyak 13 wanita telah mengaku menjadi korban pelecehan Weinstein.

Kepolisian New York menyatakan tengah menyelidiki dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Weinstein pada 2004. Di sisi lain, Kepolisian Los Angeles juga tengah menginvestigasi tuduhan pelecehan seksual oleh Weinstein pada 2013. (end)