FOTO: Merawat Kisah Sejarah Dome of the Rock

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 12/11/2017 13:23 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Dome of the Rock, atau kubah batu atau shakhrah, merupakan salah satu peninggalan bersejarah bagi umat agama samawi yang terletak di kawasan Masjid Al Aqsa.

The Dome of the Rock, atau kubah batu atau shakhrah, merupakan salah satu peninggalan bersejarah bagi umat agama samawi. Di dalam kubah ini, ada batu yang berharga bagi umat Yahudi, Nasrani, dan Islam. (REUTERS/Ammar Awad)
Dome of the Rock terletak di daerah yang dikenal dengan kawasan Masjid Al-Aqsha. Bangunan dengan atap kubah emas ini awalnya diyakini sebagai lokasi Bait Suci umat Yahudi yang kemudian dihancurkan Romawi pada tahun 70 Masehi. (REUTERS/Ammar Awad)
Usianya yang melewati ribuan tahun membuat kubah berhadapan dengan pelapukan. Kubah ini berisikan lempengan batu yang diyakini menjadi pijakan Nabi Muhammad pergi ke langit dalam peristiwa Isra Mi’raj.  (REUTERS/Ammar Awad)
Batu yang sama diyakini dalam kepercayaan Yahudi adalah tempat Nabi Ibrahim hendak mengorbankan anaknya, Ismail untuk menjalani perintah Tuhan. (REUTERS/Ammar Awad)
Bangunan The Dome of The Rock diyakini dibangun pertama kali pada masa kekhalifahan Dinasti Umayyah pada 687 Masehi. Berbagai kaligrafi dibuat sebagai hiasan rumah batu suci tiga agama itu. (REUTERS/Ammar Awad)
Bangunan dan kawasan Masjid Al-Aqsa sempat berada di bawah tangan umat Kristen ketika Perang Salib I sukses merebut Yerusalem. Namun, Salahuddin Al-Ayubi kembali merebut kota dan kawasan tersebut pada 1187 Masehi. (REUTERS/Ammar Awad)
Saat era kekhalifahan Suleiman Al Qanuni (1520-1566) era Dinasti Utsmaniyah, kawasan Masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock dibangun secara megah dan diisi dengan berbagai mosaik. (REUTERS/Ammar Awad)
Sempat rusak diguncang gempa dan menjadi pusat berbagai konflik di tanah Israel-Palestina, Dome of the Rock menunggu uluran tangan untuk tetap bertahan berdiri. (REUTERS/Ammar Awad)