Bukan tanpa alasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mau repot-repot menggelar acara bergengsi sekelas FFI. Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengaku acara ini digelar di Manado demi menarik hati para sineas film.
"Kami sangat mengharapkan insan perfilman datang. Mari datang ke Manado! Bikin banyak-banyak film di sini. Pemerintah siap mendukung kebutuhan Bapak-Ibu," kata Olly saat menyambut para sineas di Rumah Dinas Gubernur Sulawesi Utara, jelang malam menganugerahan FFI 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam rangka meningkatkan pertumbuh ekonomi, saya merombak kegiatan utama kami menjadi parwisata. Wisata itu bisa digerakkan lewat film," tutur Olly.
Menurut Olly, film-film itu terbukti meningkatkan wisatawan ke Manado menjadi 100 ribu orang pertahun. Pertumbuhan ekonomi yang semula di angka lima persen kini menyentuh enam persen.
Itu saja belum cukup bagi Olly. Dia masih menginginkan banyak film lagi untuk syuting memperlihatkan keindahan Manado. Olly bahkan berjanji memberikan dukungan mulai dari pembiayaan hingga keringanan pajak.
"Kami berikan kemudahan menggunakan lokasi, termasuk pembiayaan kalau lebih dari 50 persen syuting di Manado. Bukan dari APBD, tapi saya carikan CSR dan investor," ucap Olly.
Selain itu, ia juga berjanji film yang syuting di Manado tak bakal dikenai pajak retribusi untuk tayang di bioskop-bioskop lokal. Saat ini, di Manado dan beberapa daerah di Sulut sudah memiliki jaringan bioskop. Bioskop besar seperti CGV, Cinemaxx dan XXI pun memiliki jaringan di Manado.
Olly menyebut peraturan soal pajak retribusi dilm ini bakal dijadikan Peraturan Daerah.
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey di rumah dinas saat penyambutan jelang penyelenggaran Festival Film Indonesia (FFI) 2017, Jumat (10/11). (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman) |
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey di rumah dinas saat penyambutan jelang penyelenggaran Festival Film Indonesia (FFI) 2017, Jumat (10/11). (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)