Rencana Ngopi Bondan Winarno yang Tak Terwujud

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 30/11/2017 11:01 WIB
William Wongso pernah ingin menjenguk Bondan Winarno di rumah sakit, tapi ditolak. Bondan memilih mengajak ngopi. Itu pun kemudian batal. Bondan Winarno berjasa bagi kuliner Indonesia sebelum meninggal, Rabu (29/11). (Screenshot via instagram (@maknyusbw))
Jakarta, CNN Indonesia -- Di mata para sahabatnya, Bondan Winarno tak pernah terlihat sakit. Hanya sedikit yang tahu riwayat sakit pencetus kata ‘maknyus’ itu, sampai Bondan meninggal, Rabu (29/11).

William Wongso salah satunya. Ia tahu Bondan operasi pada September. Beberapa bulan terakhir, katanya, ia getol mengajak sang pegiat kuliner untuk makan bersama.

Tapi Bondan belum sempat. William pun berniat menjenguk ke rumah sakit. Itu pun ditolak.



“Katanya, ‘nanti saja kita ngopi,’” ujar William Wongso menirukan Bondan.

Ternyata rencana minum kopi itu pun batal. Bondan meminta William datang saja ke kantor dan makan bersama. Dibawakannya bermacam keju dari Brussels, kebetulan ia baru pulang dari sana. “Dia doyan. Istrinya, Yvonne juga suka keju asli,” ujar William.

Setelah itu, William Wongso kehilangan kontak dengan Bondan. Seminggu tak ada kabar. Tak ada komentar apa pun meski William mengiriminya cup espresso. William pun mengiriminya pesan teks. Barulah ia tahu, Bondan ternyata masuk rumah sakit lagi.


“Saya lagi meriang dan panas, tapi belum tahu bakteri apa yang membuat saya seperti itu,” ujar Bondan. Jika disambungkan dengan pernyataan putra Bondan, Eliseo Raket Winarno sebelumnya, bakteri itu didapat dari operasi kedua Bondanm, dan membuatnya infeksi.

Dokter pun tak tahu asalnya dari mana.

Yang jelas, itulah yang membuat Bondan kemudian koma. Ia kemudian mengembuskan napas terakhir di RS Harapan Kita, Jakarta dan akan dikremasi hari ini, Kamis (30/11).

Kematian Bondan mengejutkan sahabatnya yang lain, Sisca Soewitomo. Saat menerima pesan teks soal Bondan, Rabu (29/11) pagi, ia tak percaya. Tapi ia hanya bisa mendoakan Bondan.

Rencana Ngopi Bondan Winarno yang Tak Terwujud(CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
Sisca terakhir bertemu Bondan dua tahun lalu di sebuah festival kuliner. Saat itu Bondan sebenarnya sudah punya riwayat sakit. Ia bahkan mengalami gejalanya sejak 2005. Tapi Sisca yakin di matanya Bondan tetap gagah dan segar bugar. Mengeluh sakit pun tak pernah.

Kepergian Bondan membuat tokoh di dunia kuliner seperti William dan Sisca kehilangan.

“Kita kehilangan seseorang yang pandai bicara tentang sajian Indonesia,” katanya. Menurutnya, selama ini hanya Bondan yang mampu bertutur baik soal kuliner. Kata-katanya mudah dimengerti karena pada dasarnya Bondan memang penulis. Karier awalnya wartawan.


“Pak Bondan pantas diberi gelar Bapak Kuliner Indonesia,” sebutnya.

Pemikiran William yang sudah berkawan dengan Bondan sejak 40 tahun lalu tidak jauh berbeda. Ia mengagumi Bondan yang mau blusukan berburu makanan Indonesia di ribuan tempat. Menurutnya, itu kontribusi luar biasa terhadap dunia kuliner Indonesia.

“Orang jadi sering bertanya sama dia, ‘Kalau saya lagi di sini [suatu tempat], makannya apa ya?’ Cikal bakal wisata kuliner itu dari Bondan Winarno,” tutur William.

William Wongso berkawan dengan Bondan Winarno sejak 40 tahun lalu.William Wongso berkawan dengan Bondan Winarno sejak 40 tahun lalu. (CNN Indonesia/Vega Probo)
William ingat Bondan punya cita-cita mulia untuk makanan Indonesia. Ia ingin makanan Indonesia menyebar ke mana-mana. Menurut Bondan, kata William, pendidikan kuliner tradisional di Indonesia masih sangat lemah. “Kita harus pikirkan itu,” ujarnya.

William melanjutkan, “Saya berharap bisa meneruskan cita-cita sahabat saya, Bondan Winarno. Tugasnya belum selesai, bahwa kita harus menekuni tradisi kuliner Indonesia.” (tab/rsa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK