FOTO: Lancar Bertutur Inggris di Desa Bahasa Borobudur

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan, CNN Indonesia | Minggu, 10/12/2017 15:59 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah selama ini belajar bahasa Inggris secara gratis demi menopang turisme Candi Borobudur.

Desa Bahasa Borobudur, sekilas tampak seperti desa-desa pada umumnya, namun dari desa sinilah para anak muda kampung terbina secara fasih menguasai bahasa Inggris. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Tempat berguru bahasa Inggris secara informal tersebut terletak di Dusun Parakan, Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Berawal dari keinginan membantu masyarakat Borobudur, khususnya Desa Ngargogondo, agar mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris, Hani Sutrisno, bekas pedagang asongan Candi Borobudur, memberanikan diri untuk membuka kursus bahasa Inggris bagi masyarakat sekitar. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Hadi berpandangan, makin banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung di kawasan Borobudur, yang menuntut penguasaan bahasa Inggris bagi warga sekitar. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Desa Bahasa Borobudur yang telah ada sejak 1998 ini sempat mati suri beberapa tahun. Hingga pada 2011 kembali aktif dengan semangat dan standar baru. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Pada 2013, Menteri BUMN Dahlan Iskan mencanangkan Gerakan
Metode-metode pembelajaran khusus yang diterapkan di Desa Bahasa Borobudur membuat belajar berbahasa menjadi lebih gampang dan menyenangkan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Dengan teknik 'listening' dan 'drilling' para peserta cukup mendengarkan, menirukan dan mengucapkan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Meski letaknya di tengah pedesaan, namun antusias peserta baik dari sekitar lokasi maupun dari luar daerah sangatlah tinggi. Perlu diketahui, dari awal berdiri hingga kini peserta dari tujuh dusun di Desa Ngargogondo dibebaskan dari biaya. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Karena mudahnya akses belajar tersebut, tak mengherankan jika dari awal berdiri hingga sekarang jumlah peserta kursus telah mencapai sekitar 10 ribuan orang. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)