'Zombie' di Kepala Dolores O'Riordan 'The Cranberries'

Resty Armenia, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 07:33 WIB
'Zombie' di Kepala Dolores O'Riordan 'The Cranberries' Dolores O'Riordan mengaku mengalami gangguan mental selama bertahun-tahun. (AFP PHOTO/GUILLAUME SOUVANT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vokalis The Cranberries Dolores O’Riordan ditemukan tewas di sebuah hotel di London, Inggris pada Senin (15/1) pagi waktu setempat. Juru bicara Lindsey Holmes mengonfirmasi kematian mendadak musisi berusia 46 tahun itu.

Potensi bermusik O’Riordan sudah muncul sejak kecil. Ia mulai bernyanyi pada usia 5 tahun dan menulis lagu saat berumur belasan tahun. Semasa hidupnya, O’Riordan berhasil mencetak lagu-lagu hit di tahun 90an bersama The Cranberries, seperti Zombie dan Linger.

Namun, di balik kesuksesan dalam karier bermusiknya, bak zombie, hidup O’Riordan cukup kacau-balau.



O’Riordan pernah mengungkap bahwa dirinya telah dilecehkan secara seksual saat masih muda. Ia juga mengaku pernah mengalami masalah gangguan mental, termasuk depresi dan gangguan bipolar.

Pada 2013, melansir People, O’Riordan bercerita kepada LIFE Magazine bahwa ia dilecehkan selama empat tahun sejak berusia 8 tahun oleh seseorang yang dipercayainya.

“Saya dulu masih kecil,” ujar wanita beranak tiga itu.

“Hal itu semakin sulit juga saat kau memiliki tiga putri karena kau mendapat kilas balik setiap kau bersama mereka dan melihat mereka. Kau bertanya, ‘Bagaimana bisa seseorang puas cara itu, kau tau?’”


Sang roker sering bercerita tentang bagaimana ia memprioritaskan kewajibannya sebagai seorang ibu, dan berkata bahwa memiliki anak membuat hidupnya berubah menjadi lebih baik.

“Anak-anak sebenarnya benar-benar penting dalam proses penyembuhan saya,” ujarnya tentang bagaimana melupakan masa lalu kelamnya itu.

Pada 2011, O’Riordan juga pernah terpuruk saat kehilangan ayahnya, Terence akibat kanker. Tiga tahun kemudian, hidupnya kembali diuji saat pernikahannya yang berumur 20 tahun dengan Don Burton, bekas manajer tur band Duran Duran, berakhir.

O’Riordan dan Burton berpisah tak lama setelah ia ditangkap dan ditahan polisi akibat melakukan kekerasan secara fisik dan verbal kepada kru pesawat Aer Lingus yang terbang dari New York ke Shannon, AS.


Setelah kejadian itu, ibu O’Riordan, Eileen mengatakan kepada Irish Mirror bahwa putrinya tengah berada di bawah penanganan seorang dokter psikiatris.

“Rupanya ibu saya datang ke ruang tahanan. Saya tidak ingat. Saya telah menciptakan efek kura-kura. Saya bersembunyi di dalam selimut. Saya bernyanyi di dalam ruang tahanan,” kata O’Riordan kepada Sunday Independent setelah kejadian itu.

“Saya berdoa. Saya bermeditasi karena saya menggigil,” ujarnya seraya mengonfirmasi bahwa dirinya mengalami gangguan bipolar.

Tak berhenti di sana, O’Riordan juga pernah mengaku kepada Belfast Telegraph bahwa dirinya mencoba agar bisa mengalami overdosis pada 2013, namun mengurungkan niatnya itu demi anak-anaknya.


Untuk melupakan kenangan-kenangan pahitnya, O’Riordan mengaku kadang memilih untuk minum alkohol hingga hilang kesadaran.

“Saya cukup baik [dalam melupakan kenangan itu], namun kadangkala saya minum,” ujarnya.

“Semuanya jadi lebih buruk keesokan paginya. Saya menghadapi hari buruk ketika kehilangan ingatan dan tidak bisa mengontrol itu, lalu minum. Saya minum terus-menerus. Itu adalah ketidaksempurnaan terbesar saya saat ini,” imbuhnya.

“Saat tur, saya bisa dengan mudah mengatakan, ‘Saya tidak bisa tidur. Saya habis minum beberapa kali. Mungkin saya akan terus [minum]. Lalu kau akan [minum] lagi. Lalu kau tidak bangun. Itu bisa terjadi. Saya sekarang hati-hati,” katanya kepada Mirror UK.

[Gambas:Youtube] (res)