Kasus Pelecehan Seks, James Franco Melenggang ke SAG Awards

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Senin, 22/01/2018 09:30 WIB
Kasus Pelecehan Seks, James Franco Melenggang ke SAG Awards James Franco masih tersandung tudingan pelecehan seksual, namun tetap datang ke SAG Awards. (Frazer Harrison/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- James Franco berani menampakkan hidung di Screen Actors Guild (SAG) Awards yang dilangsungkan di Los Angeles, Minggu (21/1) waktu Amerika Serikat.

Padahal belakangan ini Franco memilih ‘bersembunyi’ setelah mendapat kecaman dari berbagai pihak atas pelecehan seksual. Itu terjadi tak lama setelah kemenangan Franco di Golden Globe Awards awal Januari lalu. Ia mengenakan pin yang mendukung korban pelecehan seksual.

Ironisnya, ia sendiri disebut pernah melakukan pelecehan seksual. Lima perempuan yang mengaku menjadi korbannya bersuara di Twitter. Franco lantas menjawab cuitan itu melalui wawancaranya dalam dua acara bincang-bincang, namun setelah itu memilih ‘bersembunyi.’



Pekan lalu ia tidak hadir di Critic’s Choice Awards, padahal dirinya memenangi penghargaan—lagi-lagi—sebagai Aktor Komedi Terbaik. Menurut beberapa sumber, seperti dikutip People, Franco sedang dalam kondisi tidak nyaman. “Teman-temannya berusaha ada untuknya.”

Kini di SAG Awards 2018, sang aktor 39 tahun datang bersama kekasihnya, Isabel Pakzad.

Sejauh ini ia belum melakukan wawancara dengan siapa pun. Namun di karpet merah, kakak iparnya Alison Brie yang menjadi nomine untuk perannya dalam GLOW, membela Franco.


“Saya pikir, di atas semua yang kita selalu katakan adalah, tetap penting untuk seseorang yang merasa dikorbankan untuk punya hal berbicara dan maju,” ia mengatakan.

Brie menegaskan, dikutip People, bahwa dirinya mendukung anggota keluarganya. “Dan tidak semua yang dilaporkan itu benar, jadi saya pikir kita tunggu saja untuk mendapat semua informasi. Tapi tentu saja sekarang adalah waktunya mendengar, dan itu yang kami coba lakukan.”

Sebelumnya Franco mengatakan, dirinya punya versi sendiri atas apa yang terjadi. Meski begitu, ia tetap berusaha memberi ruang untuk perempuan-perempuan yang ingin berbicara soal apa yang terjadi pada mereka, dan mendukung korban pelecehan untuk bersuara.

(rsa)