'Mata Dewa' Diklaim Jadi Film Basket Pertama di Indonesia

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 01/02/2018 20:30 WIB
Film 'Mata Dewa' terinspirasi dari kisah para pemain DBL, liga basket pelajar terbesar di Indonesia, yang tersebar di 25 kota dari 22 provinsi di Indonesia. Mata Dewa diklaim sebagai film tentang basket pertama di Indonesia. (Dok. Mata Dewa Movie via twitter (@andibachtiar))
Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara Andibachtiar Yusuf akan kembali menyuguhkan sebuah film bertema olahraga. Kali ini tentang olahraga basket, dan diberinya judul Mata Dewa.

Andibachtiar memang sebelumnya dikenal mengarahkan film bertema olahraga. Ia ‘membidani’ suksesnya Hari Ini Pasti Menang (2013) dan Garuda 19: Semangat Membantu (2014) .

Ia pun mengklaim bahwa Mata Dewa merupakan film tentang basket pertama di Indonesia.



"Film-film yang saya buat memang lebih khusus mengangkat tema olahraga, terutama sepak bola, karena memang pada dasarnya saya sangat menyukai olahraga tersebut. Nah di film Mata Dewa ini, saya merasa tertantang karena ini akan menjadi film layar lebar pertama tentang basket di Indonesia," kata Andibachtiar dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (1/2).

Kesukaan Andibachtiar mengarahkan film-film bertema olahraga tak lepas dari antusiasmenya saat menyaksikan perjuangan para atlet dan pendukung mereka. Ia merasa ikut termotivasi setiap melihat perjuangan itu.

"Di luar itu, permainan basket sendiri mengajarkan saya tentang kerja sama tim, presisi, dan pencapaian. Luar biasa!” ia lanjut mengatakan.


Mata Dewa disebutkan terinspirasi dari kisah-kisah nyata para alumni pemain Development Basketball League, liga basket pelajar terbesar di Indonesia, yang tersebar di 25 kota dari 22 provinsi di Indonesia. Mata Dewa juga mengangkat drama di balik itu.

Kisahnya berpusat pada Dewa (Kenny Austin), siswa sekaligus pemain basket yang tinggal di rumah susun dengan pamannya, Om Bowo (Dodit Mulyanto) di Surabaya.

Dewa ingin membawa sekolahnya, SMA Wijaya menjadi juara DBL untuk pertama kali. Namun dia dan timnya harus berjuang sendiri karena mereka minim dukungan dari teman-teman dan pihak sekolah. Tentu saja itu tidak mudah. Saking ambisiusnya Dewa bermain terlalu egois.


Ia pun sampai berselisih paham dengan Bumi (Brandon Salim) dan saling menyalahkan.

Kesempatan itu sia-sia. Kegagalan itu membuat sekolah memberikan peringatan kepada Miko (Nino Fernandez) sang pelatih dan tim basket Wijaya. Jika gagal di musim berikutnya, tim basket akan dibubarkan.

Saat usaha kembali dimaksimalkan, Dewa lagi-lagi tertimpa masalah. Kali ini ia sampai kehilangan penglihatan kirinya, sehingga menghambat jalannya sebagai pemain basket.


Film itu didukung Azrul Ananda, Presiden Direktur PT DBL Indonesia yang juga menjadi produser eksekutif di Mata Dewa. Sudah lebih dari satu dekade ia menggelar kompetisi DBL dan mendapat banyak inspirasi dari kisah anak-anak muda yang berkompetisi di sana.

Mata Dewa dijadwalkan tayang pada 8 Maret mendatang. (rsa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK