'Duda Keren Ahok' Bagai 'Kado' Hari Valentine untuk Ahok

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 22:07 WIB
'Duda Keren Ahok' Bagai 'Kado' Hari Valentine untuk Ahok Ada album berjudul Duda Keren Ahok yang dirilis di Hari Valentine. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok seakan mendapat hadiah spesial di Hari Valentine, Rabu (14/2). Ia punya album musik yang bertajuk namanya: Duda Keren Ahok.

Itu merupakan karya penyanyi sekaligus pengarang lagu Nana Sas.

Album bergenre dangdut itu diluncurkan di Jakarta bersama produser pelaksana, Bintang Adi. Menurut Ine, staf humas Nana, peluncuran itu memang baru bisa dilakukan hari ini.



"Karena baru lulus sensor kemarin," ucap Ine kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (14/2).

Album Duda Keren Ahok berisi 10 buah lagu dengan tembang andalan Duda Keren Ahok. Video klipnya sudah diunggah ke laman YouTube. Lagu tersebut menceritakan pria bernama Ahok yang berada di ujung tanduk perceraian. Mirip dengan kondisi Ahok saat ini.

"Hidup penuh romantika cerita di dalam rumah tangga. Kisah dua insan manusia telah berujung dalam prahara cinta. Haruskah Ahok menjadi duda," demikian liriknya.

[Gambas:Youtube]

"Asmara yang indah di ujung problema. Mampukah cinta kau pertahankan. Janganlah sampai engkau berpisah," lirik itu berlanjut. Baru di bagian akhir lagu, terdengar suara perempuan yang berujar, "Uhuy ada duda baru tuh, saya mau ah."

Dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Nana menegaskan bahwa lagu tersebut tidak mencerminkan pribadi atau pasangan tertentu. Ia pun tidak bermaksud mendiskreditkan salah satu pihak melalui lagu yang baru dirilisnya itu.

"Malah lagu ini penuh pesan moral yang wajib menjadi renungan," tutur Nana.


Nana berharap lagu Duda Keren Ahok dapat mengilhami pasangan suami istri agar mengurungkan niat untuk bercerai. Menurut Nana, perceraian memiliki dampak yang luar biasa buruk bagi psikologis anak-anak.

Sembilan lagu lainnya dalam album itu berjudul Jakarta ke Belitung, Tak Mantra Tak Jampi, Cinta Air Mata dan Derita, Sudah Aku Tau, Kehancuran, Bunga dan Dia, Waktu Tersita, serta Kurang Apa. (rsa)