Lagu Valentine Eks Junta Militer Tak Laku di Thailand

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 15/02/2018 17:16 WIB
Lagu Valentine Eks Junta Militer Tak Laku di Thailand Eks pemimpin junta militer yang sekarang menjadi PM Thailand, Prayut Chan-O-Cha merilis lagu pop keempatnya di Hari Valentine. (Dok. Government of Thailand)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lagu yang baru dirilis Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-O-Cha tidak disambut baik oleh masyarakat Negeri Gajah Putih. Padahal Prayut sudah sengaja memilih momen Hari Valentine untuk merilis lagu yang liriknya berupa gombalan ala Thailand itu.

Klip lagu baru berjudul Diamond Heart itu hanya mendapat tak sampai 600 jempol suka. Sebaliknya, ada lebih dari 14 ribu jempol ke bawah tanda tidak suka yang meresposnya, mengutip AFP. Tanggapan atas lagu itu di internet pun tak jauh berbeda.

Akun Twitter bernama @noonchuckyai misalnya, menulis, "Orang dengan hati berlian yang sesungguhnya tidak akan berbohong hari demi hari, dan merampas kekuasaan dari perempuan."



Padahal lirik lagu itu cukup romantis. Diiringi gitar, Prayut menuliskan lirik, "Did you know your smile is my happiness? No matter how tired and difficult, let's hold hands."

Bukan hanya itu, di bagian reff lagu itu juga mengajak masyarakat Thailand untuk menjadikan hatinya benar-benar seperti permata. "Jangan dikalahkan oleh apa pun."

Tak peduli akan liriknya, masyarakat masih melihat Prayut sebagai sosok yang keji. Itu berkaitan dengan kudeta yang ia lakukan saat masih menjabat sebagai ketua junta militer. Saat itu ia merebut kekuasaan dari pemimpin perempuan pertama Thailand, Yingluck Shinawatra. Masyarakat masih mengidentikkan Prayut dengan junta, bukan karyanya.


Lagu itu dirilis bertepatan pada Hari Valentine, Rabu (14/2). Dinyanyikan oleh seorang militer, Diamond Heart dirilis melalui sebuah radio pemerintah. Lagu itu, kata juru bicara junta militer, diputar di berbagai kesempatan yang berkaitan dengan Hari Valentine di Thailand. Masyarakat Thailand sendiri merayakan Hari Valentine dengan meriah.

"Kami memahami bahwa Prayut ingin memberi dukungan terhadap orang-orang yang berbuat bagi untuk negara ini," kata Atisith Chainuvati, juru bicara asisten pemerintah, pada AFP.

Ini merupakan lagu pop keempat yang dirilis Prayut setelah melakukan kudeta pada 2014.


Debut musiknya merupakan lagu berjudul Return Happiness to Thailand. (rsa)