Majalah Musik NME Berhenti Terbit

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 14:19 WIB
Majalah Musik NME Berhenti Terbit Majalah NME memutuskan berhenti terbit dan fokus pada media digital. (A Thousand Doors via wikimedia commons (PD ineligible))
Jakarta, CNN Indonesia -- Majalah musik Inggris NME mengumumkan akan berhenti cetak. Edisi terakhir mereka dirilis pada hari ini, Jumat (9/3). Menurut laporan, keputusan tersebut diambil karena majalah yang pertama kali dirilis pada 66 tahun lalu ini tak lagi sanggup memenuhi biaya produksi.

Seperti kasus yang sudah-sudah, mereka memilih untuk memperluas khalayak digitalnya.

"Majalah cetak mingguan NME akan berhenti terbit. Majalah edisi minggu ini, yang keluar pada hari Jumat, akan menjadi edisi cetak terakhir," tulis pernyataan resmi dari NME.



NME atau New Musical Express pertama terbit pada 1952 dan dikenal sebagai salah satu publikasi musik paling terkenal di Inggris. Sejumlah musisi ikonis pernah mejeng di sampulnya, termasuk Oasis, David Bowie, Amy Winehouse, The Libertines, dan The Strokes.

Sejak 18 September 2015, NME memutuskan menjadi majalah mingguan yang disebarkan kepada penumpang kereta dan mahasiswa di seluruh Inggris secara gratis. Sayang, kini mereka tak lagi bisa menutupi biaya produksi. Kini NME punya website, yang dimulai sejak 1996.

Direktur Manajerial Time Inc yang membawahi NME, Paul Cheal menuturkan, "NME adalah salah satu merek paling ikonis di media Inggris dan langkah kami untuk mencetak secara gratis telah membantu mendorong merek tersebut ke audiens terbesarnya di situs NME."


"Pada saat bersamaan, kami juga menghadapi kenaikan biaya produksi dan pasar iklan cetak yang sangat sulit. Sayangnya, sekarang kita sampai pada titik di mana majalah mingguan gratis tidak lagi layak secara finansial," lanjutnya, seperti dikutip Independent.

Juru bicara media tersebut mengatakan, ke depannya NME akan mengembangkan platform digital yang mencakup situs web, layanan tiket, dua stasiun radio, dan lainnya.

"Dengan membuat platform digital sebagai fokus utama kami, kami berharap dapat mempercepat pertumbuhan menakjubkan yang telah kami lihat dan menjangkau lebih banyak orang dari sebelumnya pada perangkat yang paling sering mereka gunakan," kata Keith Walker, Digital Direktur NME. (rsa)