Ganja, Young Lex dan 'Kerikil' Kehidupan Iwa K

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Senin, 16/04/2018 12:17 WIB
Menjalani karier selama 25 tahun tidak mudah bagi Iwa K. Ia harus menghadapi beragam ujian dan cobaan selama masa tersebut. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam artikel sebelumnya, Iwa K sudah mengisahkan soal rahasianya saat membuat lirik rap...

Iwa K menyibukkan diri dengan rokok saat diminta mengingat masa-masa sulit selama 25 tahun berkarier sebagai musisi rap. Sore itu, Iwa yang berbaju kotak-kotak masih berbincang dengan CNNIndonesia.com di sebuah kafe di kawasan bisnis Jakarta.

Suasana bising, lampu temaram dan sayup-sayup lantunan musik menemani cerita Iwa ketika pertanyaan bagian terberat dalam hidupnya meluncur.


"Jujur gue enggak pernah merasa pusing sama label yang orang kasih. Gue enggak ada hal yang membebani, karena gue menjalani hidup tanpa fake, gue enggak pegal," kata Iwa, 'sans' alias santai.

Iwa bukan tengah berusaha tegar. Memang itulah Iwa Kusuma, apa adanya, tak pernah terlalu pusing memikirkan pendapat orang lain selain keluarganya. Bagi Iwa, keluarga adalah jiwa dan 'jantungnya.'


Mulai menapak karier sejak 1993, Iwa dianugerahi keberuntungan dengan melesat bak roket ke langit popularitas. Di usianya yang kala itu berusia 20-an, Iwa begitu produktif berkarya dan mengenalkan rap berbahasa Indonesia.

Ini terlihat dari jumlah album yang dihasikan di akhir abad ke-20 itu. Empat dari lima album Iwa rilis dalam dekade 90-an, mulai dari Kuingin Kembali (1993), Topeng (1994), Kramotak! (1996), hingga Mesin Imajinasi (1998).

Pun, kesuksesan komersil juga ia terima. Berbagai hit jadi kegandrungan remaja era itu, sebut saja Bebas atau Nombok Dong.

Iwa juga kebanjiran jadwal manggung kala itu. Ia sempat menggelar konser tunggal pada 1993 di Jakarta, dan tur berbagai kota di Indonesia pada 1994 hingga 1995.

Ganja, Young Lex, dan 'Kerikil' Kehidupan Iwa KIwa K mengalami karier yang melesat di awal-awal kehadirannya. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Padahal kala itu, Iwa masih 'bocah kemarin sore' di dunia musik Indonesia. Musiknya yang dianggap berkualitas lah yang jadi pesawat Iwa dan membuatnya terbang ke label musisi papan atas.

Tapi hidup memang tak pernah selalu datar. Secepat Iwa melesat, menurunnya pamor toh datang juga. Memasuki milenium baru, rap Iwa mulai terdengar sayup. Ia justru lebih sering nongol di televisi sebagai pembawa acara olahraga.


Agar tak terlalu 'hilang' dari dunia musik, Iwa sempat merilis album Vini Vidi Vunky pada 2002. Namun tetap saja, album baru yang juga sekaligus tanda berpisahnya ia dari Musica Studio tersebut tak mengembalikan pamor musisinya seperti empat album sebelumnya. Ia lalu memutuskan vakum.

"Tahun 2005 gue vakum dan memutuskan enggak jadi musisi dulu, karena olahraga basket dan bola asyik banget. Terlebih bola siaran malam, sedangkan gue biasa nulis lirik [saat] malam. Jadi enggak ada waktu untuk membuat lagu," kata Iwa.

Tapi orang bilang, rezeki tak akan ke mana. Alih-alih menganggur, Iwa justru melesat sebagai pembawa acara olahraga papan atas. Ia sempat mendapatkan tiga piala Panasonic Award untuk kategori Pembawa Acara Olah Raga Pria Terbaik.

Selfi dan Young Lex

Merosotnya pamor Iwa sebagai musisi hip hop ternyata terkait dengan tren genre tersebut. Hip hop sedang 'goyang.' Namun, kata Iwa, Igor 'Saykoji' menyelamatkan musik hip hop di industri musik Indonesia.

Kala itu, Saykoji memulai debut sebagai rapper muda melalui album bertajuk namanya sendiri pada 2005. Single So What Gitu Lho dalam album itu menjadi tren dan viral di masanya. Musik hip hop pun masih bisa bernapas.

Igor sendiri mengaku sudah mengagumi Iwa sejak SMP. Bukan sekadar mendengarkan lagu-lagu sang idola, Igor bahkan menjadi rapper karena pengaruh Iwa.

Setelah musiknya 'diselamatkan' Saykoji pada awal 2000-an, Iwa perlahan menemukan jalannya untuk bangkit pada 2009. Musisi berusia 47 tahun itu kembali tampil di atas panggung dan meracik lagu. Ia memutuskan duet dengan istrinya saat itu, penyanyi dangdut Selfi Nafilah. Keduanya sempat membuat album kolaborasi.


Di tengah upaya Iwa untuk tetap eksis bermusik, cobaan lain datang. Iwa bercerai dengan Selfi pada 2012. Kabar itu pun membuat Iwa menjadi bulan-bulanan media. Apa lagi kalau bukan tentang mengulik kehidupan rumah tangganya.

"Kasihlah ruang, ruang pribadi itu bahan bakar gue membuat karya. Kalau ruang pribadi sudah terambil, karya gue bisa berkurang. Itu yang gue takuti, sangat gue takuti," kata Iwa tentang kejengkelannya setiap ada yang menyinggung masalah pribadi.

[Gambas:Youtube]


Kesabaran Iwa K menghadapi kerikil kehidupan masih bersambung ke halaman selanjutnya...
(end)


1 dari 2