Bom Thamrin Difilmkan, Simpang Sarinah Kembali 'Diledakkan'

JNP, CNN Indonesia | Minggu, 15/04/2018 12:39 WIB
Bom Thamrin Difilmkan, Simpang Sarinah Kembali 'Diledakkan' Sutradara Eugene Panji membuat film dari kejadian Bom Thamrin. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara Eugene Panji membuat film berdasarkan tragedi ledakan di Sarinah atau Bom Thamrin awal 2016 lalu. Untuk film berjudul 22 Menit itu, ia mengambil gambar langsung di lokasi kejadian, Simpang Sarinah Jakarta, setiap Sabtu dan Minggu selama tiga pekan.

Lokasi syuting terlihat dikerubuti masyarakat, Minggu (15/4) pagi. Eugene memang memasang beberapa kamera, membuat kepulan asap, mengarahkan orang-orang berlarian sembari berteriak, sampai menciptakan kobaran api dan letusan senjata yang menaik perhatian.

Ditemui di sela-sela syuting, Eugene mengatakan film 22 Menit terinspirasi dari kisah nyata, namun ceritanya dibuat fiksi.



"Kejadiannya saja yang asli, karakternya fiksi walaupun kita tetap berdasarkan karakter asli yang terlibat dalam Bom Thamrin. Kita bilangnya inspired by true event, kami rekonstruksi kejadian kelam itu," ujar Eugene kepada CNNIndonesia.com di lokasi syuting.

Sebagai orang yang bekerja di industri kreatif, penggarap Cita-citaku Setinggi Tanah itu melihat kejadian Bom Thamrin secara visual bagus untuk diangkat ke layar lebar.

Menurutnya, kejadian pengeboman di jantung Ibu Kota dengan baku tembak antara polisi dan teroris akan menarik ditonton. "Ada bom, ledakan, baku tembak antara polisi dan penjahat. Menurut saya ini cukup keren," ujarnya, yang dibantu Myrna Paramitha menggarapnya.


Aktor besar yang menjadi andalan Eugene dalam film itu adalah Ario Bayu. Ia akan berperan menjadi polisi yang memerangi teroris. Ini bukan kali pertama Ario berperan sebagai polisi. Sebelumnya ia juga menjadi detektif yang memerangi teroris di Java Heat.

Menurut Eugene, filmnya sekaligus merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan polisi menangani aksi terorisme di Jakarta. Ia pun ingin merekam jejak keberhasilan lewat film.

"Kalau kita bandingkan dengan kejadian bom di Paris, London, kemudian Berlin, butuh waktu untuk menyelesaikan kasus itu semua. Ini harus ada rekam jejaknya karena keberhasilan dari segi polisi dan masyarakat," tutur Eugene yang sudah mendapat dukungan polisi untuk menutup Simpang Sarinah selama tiga pekan setiap lima jam pada Sabtu dan Minggu.


Sejauh ini, 22 Menit sudah lima hari syuting. Film itu dijadwalkan tayang 5 Juli 2018. (rsa)