Syuting Film Bom Thamrin '22 Menit' Sudah Seizin Kapolri

rzr, CNN Indonesia | Minggu, 22/04/2018 12:51 WIB
Syuting Film Bom Thamrin '22 Menit' Sudah Seizin Kapolri Suasana syuting film 22 Menit di kawasan Thamrin. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen. Pol. Setyo Wasisto, mengatakan bahwa film tentang tragedi Bom Thamrin yang berjudul '22 Menit' telah mendapatkan izin Kapolri, Tito Karnavian.

Setyo memastikan pihak Mabes Polri mendukung penuh pembuatan film bergenre dokumenter tersebut.

"Itu (Film 22 Menit) ada izinnya (dari Kapolri)," kata Setyo saat ditemui di kawasan Monas, Minggu (22/4).



Rencananya film yang disutradarai Eugene Panji ini, mengambil gambar di lokasi kejadian, Simpang Sarinah Jakarta, setiap Sabtu dan Minggu selama tiga pekan. Setyo mengatakan pembuatan film itu bertujuan untuk sarana sosialisasi dan pembelajaran bagi masyarakat agar waspada dalam menghadapi teror.

"Kita filmkan dengan harapan menjadi satu pembelajaran buat kita semua, buat hati-hati dan kita dalam rangka sosialisasi anti terorisme," tutur Setyo.

Setyo mengakui pembuatan film tersebut didukung oleh pendanaan dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari sebuah perusahaan yang khusus untuk membantu program anti-terorisme.

Meski begitu, ia enggan untuk mengjngkapkan perusahaan mana yang membantu penggarapan film yang akan dibintangi oleh Aktor Ario Bayu tersebut.

"Setau saya (dana filmnya) dari CSR, Saya kurang tau persis (perusahaannya), itu dana CSR dalam rangka anti teror," kata dia.


Tak lupa Setyo juga mengatakan pihaknya meminta maaf kepada masyarakat pengguna jalan yang terimbas kemacetan akibat pembuatan film tersebut. Menurutnya, pembuatan film yang langsung mengambil tempat kejadian perkara kejadian aslinya bertujuan agar situasinya lebih nyata dan menyentuh masyarakat.

Diketahui, lalu lintas di sekitar wilayah Thamrin mengalami kemacetan parah hingga tiga jam pada Sabtu (21/4) kemarin.

"Kita memerlukan waktu dan mohon maaf apabila mengganggu kemarin dan minggu lalu, karena kita syuting di TKP nya supaya lebih riil kita liat itu," kata dia.

Guna meminimalisir dampak kemacetan, Setyo mengaku pihaknya akan kembali mengatur durasi waktu syuting di lokasi kejadian agar tak menganggu lalu lintas.

"Kalau syuting lagi kapan nanti kita sampaikan, tak bisa full dari pagi sampai sore," katanya.

(agr/evn)