FOTO: Kisah Kota Kuno Ephesus Jelang 150 Tahun Penemuan

Anadolu Agency, CNN Indonesia | Rabu, 25/04/2018 11:16 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kota kuno Ephesus di Turki tahun ini memasuki usia 149 tahun usai ditemukan pada 1869. Reruntuhan kota itu masih jadi saksi ribuan tahun peradaban manusia.

Dibangun pada abad ke-10 Sebelum Masehi, Ephesus dibangun oleh koloni orang Attic dan Yunani Ionia di bekas ibu kota kerajaan Arzawan. (Anadolu Agency/Mahmut Serdar Alakuş)
Selama masa Yunani Klasik, Ephesus menjadi salah satu dari 12 kota kejayaan Ionian. Kota itu kemudian semakin berkembang setelah di bawah kekusaan Kerajaan Romawi sejak 129 SM. (Anadolu Agency/Mahmut Serdar Alakuş)
Di bawah pemerintahan Kerajaan Romawi, Ephesus didesain sebagai ibu kota provinsi baru di Asia.  (Anadolu Agency/Mahmut Serdar Alakuş)
Kota ini semakin terkenal sejak dibangunnya Kuil Artemis yang selesai dibangun pada 550 SM. Kuil tersebut dibangun untuk menghormati Dewi Artemis, dewi para pemburu, hutan, bulan, dan pemanah. (Anadolu Agency/Mahmut Serdar Alakuş)
Kerajaan Romawi bukan hanya membangun Kuil Artemis, namun juga membangun serangkaian bangunan monumental, seperti Perpustakaan Celsus, dan teater yang mampu menampung lebih dari 25 ribu penonton.  (Anadolu Agency/Mahmut Serdar Alakuş)
Ephesus juga tercatat sebagai satu dari tujuh kota Asia yang disebutkan dalam Kitab Wahyu. Murid Yesus, Yohannes, diklaim menulis injilnya di kota ini. Kala itu, Ephesus dihuni 250 ribu penduduk jadi kota terbesar kedua di dunia.  (Anadolu Agency/Mahmut Serdar Alakuş)
Namun pada 263 Masehi, kota ini dihancurkan oleh kaum Goths. Sempat dibangun kembali, namun gempa bumi dahsyat meluluhlantakkan Ephesus pada 614 Masehi.  (Anadolu Agency/Mahmut Serdar Alakuş)
Hingga pada 1869, reruntuhan kota ini ditemukan oleh arsitek Inggris John Turtle Wood yang disponsori oleh British Museum di tengah pencarian sisa Kuil Artemis sejak 1963. Namun ekskavasi dihentikan pada 1874.  (Anadolu Agency/Mahmut Serdar Alakuş)
Pada 1895, arkeolog Jerman, Otto Benndorf melanjutkan proses ekskavasi tersebut dan dilanjutkan oleh Austrian Archeological Institute hingga kini. Pada 2015, kota ini mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Dunia UNESCO. (Anadolu Agency/Mahmut Serdar Alakuş)
Sejak ditemukan nyaris 150 tahun lalu, Ephesus masih menjadi minat bagi manusia meski bernasib hanya puing-puing bisu. Kota ini telah dikunjungi lebih dari tiga juta orang setiap tahunnya. (Anadolu Agency/Mahmut Serdar Alakuş)