Will.I.Am Beri Komentar Nyinyir Soal 'Budak' Kanye West

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 03/05/2018 09:43 WIB
Will.I.Am Beri Komentar Nyinyir Soal 'Budak' Kanye West Pentolan Black Eyes Peas, Will.I.Am mengaku sedih atas komentar Kanye West soal perbudakan. Ia pun membalas komentar Kanye itu dengan pedas. (Matt Detrich-USA TODAY Sports)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komentar Kanye West terakit perbudakan bukan hanya membuat netizen kesal, tetapi juga musisi Will.I.Am. Ia mengaku bahkan amat sedih hingga ingin menangis ketika Kanye mengucapkan hal tersebut.

"Ketika Anda adalah seorang budak, Anda dimiliki," kata pentolan grup Black Eyed Peas tersebut ketika menjadi bintang tamu Good Morning Britain, Rabu (2/5).

"Anda tidak memilih apakah Anda dimiliki. Ketika Anda menjadi budak, Anda kehilangan pendidikan. Itu bukan pilihan, itu dengan paksaan," lanjutnya.



"Saya mengerti kebutuhan atas kebebasan berpendapat, namun bila pandangan Anda tidak berdasar, itu hanya akan membuat pihak lain sakit hati terutama yang masih dalam kondisi tersebut," kata Will.I.Am,

Will.I.Am juga menyebut bahwa dirinya tak yakin yang mengatakan hal tersebut adalah Kanye West yang ia kenal.

"Saya harap ini bukan untuk meningkatkan popularitas sehingga Anda bisa menujual lagu dan sejumlah sepatu, karena itu bisa jadi hal terburuk yang dilakukan, mendompleng isu yang amat sensitif ini dan Anda mengambil untung darinya," kata Will.I.Am.

Musisi bernama William James Adams tersebut kemudian mengirim pesan kepada suami Kim Karadashian tersebut.


"Saya mendorong Anda, bila Anda [Kanye West] benar percaya ini, berikan sepatu Anda secara gratis, bagikan album Anda secara gratis," kata Will.I.Am.

"Saya tidak suka membicarakan apa pun melawan komunitas saya sendiri, namun ini berbahaya. Saya tidak akan menghinakan leluhur saya hanya untuk keuntungan," lanjut Will.I.Am, dikutip dari NME.





Sebelumnya Kanye membuat komentar blak-blakan soal pendapatnya tentang perbudakan ketika melakukan wawancara langsung dengan TMZ untuk mempromosikan album barunya yang dirilis pada Juni nanti.

"Kau dengar tentang perbudakan [terjadi] selama 400 tahun. 400 tahun? Itu terdengar seperti sebuah pilihan," kata Kanye.

"Kita secara mental terpenjara. Saya suka kata 'penjara' karena perbudakan terlalu identik dengan orang kulit hitam. Seperti Holocaust identik pada Yahudi, perbudakan itu orang kulit hitam," lanjutnya.

Kalimat West sempat menimbulkan kegemparan di akun media sosial Twitter dan ia mengatakan dirinya terkejut dengan respons atas wawancara secara langsung itu.


West kemudian coba menjelaskan maksud ucapannya.

"Untuk memperjelas maksud saya, tentu saja saya tahu para budak tidak ditangkap dan dikirim menggunakan kapan karena keinginan mereka sendiri. Maksud saya adalah, ketika kit terus berada di posisi itu sementara jumlah kita sebenarnya banyak, maka artinya mental kitalah yang diperbudak," ujarnya lewat Twitter, seperti dikutip dari CNN.

"Alasan saya mengangkat kembali soal 400 tahun adalah mental kita tidak boleh lagi terpenjara selama 400 tahun lagi. Kita memerlukan kebebasan berpikir. Bahkan pernyataan (saya) adalah contoh kebebasan berpikir. Sekali lagi saya diserang karena mengusulkan ide-ide baru." kata Kanye West.

[Gambas:Youtube] (end)