Pandji Pragiwaksono Kritik Politik lewat Tur Stand Up Comedy

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Jumat, 18/05/2018 20:00 WIB
Pandji Pragiwaksono Kritik Politik lewat Tur Stand Up Comedy Pandji Pragiwaksono akan memulai tur stand up comedy pada Juli mendatang. (CNN Indonesia/Ajeng Dinar Ulfiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komika Pandji Pragiwaksono berkelakar soal politik saat mengumumkan tur stand up comedy pada Maret lalu. Gimik politik ternyata tak sekadar digunakan Pandji untuk promo. Dalam kegiatan yang akan dimulai Juli mendatang, ia juga akan memasukkan materi politik.

"Materi politik murni ada sekitar 15 persen dari satu setengah jam. Tapi secara keseluruhan ada banyak topik yang berkaitan politik, seperti bagaimana cara kita memilih pemimpin, pembiayaan partai dan kampanye," kata Pandji saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia.com pada Kamis (17/5).

Materi politik didapat Pandji ketika ia bertemu sejumlah kader dari berbagai partai. Itu termasuk kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diusung partai Nasdem, PPP, dan PKB, dan membuatnya sampai dikabarkan hendak masuk salah satu partai politik.



Pandji memang sempat sedikit ikut-ikutan berpolitik, saat ia menjadi juru bicara pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di masa Pilkada DKI 2018. Tak ayal, pengalaman itu semakin menambah wawasan Pandji soal politik.

Dengan bekal itu, ia sedikit banyak ingin memberikan edukasi politik bagi siapa pun yang hadir dalam stand up comedy yang ia gelar. Ia berharap wawasan yang diberikan dapat diterapkan penonton untuk mengambil keputusan politik, mengingat Pemilu semakin dekat.

"Ada kritik untuk presiden, secara spesifik kritik soal kebijakan. Secara umum yang dibahas nanti tentang jangan idolakan politisi, tapi idolakan kebijakan. Dari kebijakan kelihatan mana yang baik dan kurang baik," kata Pandji.


Pandji merasa perpolitikan Indonesia masih berada dalam kondisi yang tidak baik. Bila dibandingkan dengan perpolitikan Indonesia zaman dulu, partai politik saat ini tidak memiliki ideologi karena hanya memikirkan kemenangan.

"Salah satu indikasi terlihat dari partai wong cilik setelah berkuasa kelakuan mereka beda. Ada partai yang selogannya nasionalis religius, sangat pop, main ditengah-tengah cari suara," kata Pandji.

Pandji melanjutkan, "Gua harus mengakui Pemilu Indonesia sama seperti acara pencarian bakat menyanyi, yang menang belum tentu suara terbagus. Tapi dia tahu cara untuk menang, sama seperti pemilu."


Tiket tur stand up comedy yang diberi tajuk Pragiwaksono mulai dijual pada Jumat (25/5) mendatang. Informasi mengenai tur bisa didapat melalui situs pilihpandji.com.

Pragiwaksono merupakan tur dunia ketiga kali yang dimulai di Manila, 28 Juli mendatang. Kemudian pada Oktober dan November Pandji akan menyambangi China, Jerman dan Belanda.

Pertengahan November ia akan stand up di Surabaya dan awal Desember di Yogyakarta. Pada Januari 2019 Pandji akan menutup tur dengan penampilan di Jakarta Convention Center. (rsa)