"Semakin banyak followers, tanggung jawab semakin besar. Beberapa orang yang mikir 'ya itu bukan tanggung jawab gue, followers gue mau ngapain ya salah mereka.' Enggak begitu, kalau sudah memutuskan main media sosial dan followers banyak, mau enggak mau satu paket sama tanggung jawab," ungkapnya.
"Memang bukan tanggung jawab kita untuk mendidik mereka, ya cuma kita bertanggung jawab untuk enggak menambah masalah orang lain, enggak menambah masalah orang tua mereka karena anaknya nonton aneh-aneh di video lo, enggak menambah masalah pergaulan mereka."
Lihat juga:Kala 'Selebgram' Jadi Cita-cita Baru Remaja |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief menilai lebih baik menjadi seleb di media sosial dengan berproses, dikenal secara perlahan. Dan terutama, dikenal karena hal-hal positif, bukan dengan sensasi karena membuat masalah.
Arief telah aktif di dunia maya sejak membuat akun Twitter pada Agustus 2009. Kala itu, ia masih memperkenalkan diri di balik akun anonim bernama @poconggg dan mendulang follower berkat tulisan-tulisan kegalauannya.
[Gambas:Instagram]
Masih berbasis kata-kata, Arief kemudian membuat situs sendiri yakni poconggg.com, setahun setelahnya.
Selepas dari Twitter dan blog, Arief kemudian berkolaborasi dengan penulis Raditya Dika, kemudian selebtwit lainnya seperti Benazio Rizki Putra (@benakribo), dan Alitt Susanto (@shitlicious) membuat situs Nyunyu.com.
Kini, pria 27 tahun itu berfokus untuk membuat konten pada dua platform Instagram dan Youtube.
Jengkel dengan Netizen
Sembilan tahun aktif di dunia maya, Arief mengklaim sudah banyak merasakan asam garam medsos. Secara umum, ia bahagia menjalani pilihan karier ini karena ada banyak hal positif yang bisa ia bagikan, meski yang membuat ia jengkel adalah tingkah laku warganet alias netizen.
"Yang gue sedih orang attitude-nya di media sosial itu beda dengan di dunia nyata. Padahal harusnya diperlakukan sama. Dan gue yakin yang komentar [negatif] dan rese di media sosial, gue yakin di dunia nyata enggak gitu-gitu amat kalau ketemu orangnya langsung," katanya.
Tercatat sebagai 'senior' di dunia seleb media sosial, Arief juga masih memantau perkembangan terkini dunia maya tersebut, termasuk ketika muncul kisruh 'meet and greet' yang menyeret nama Bowo Alpenliebe.
Lihat juga:8 'Genre' Para Seleb Medsos |
[Gambas:Instagram]
Arief menilai hubungan seleb medsos dengan penggemarnya tak jauh beda dengan pesohor asli di dunia nyata, fan adalah pasar bagi seleb dan seleb adalah hiburan bagi penggemarnya.
Namun ia kurang sepakat bila acara tersebut hanya sekadar foto alih-alih memberikan manfaat lebih kepada penggemar.
"Menurut gue kalau udah ketemu kenapa enggak sekalian sharing. Kalau gue lebih memilih kasih talkshow, seminar, atau workshop, jadi ada ilmu yang gue kasih ke orang yang suka sama gue. Enggak cuma foto doang," kata Arief Muhammad yang kerap berbagi soal digital, mesia sosial, kewirausahaan, serta di bidang kreatif ini. (end)