FOTO: Lantunan Cita Mulia dari Bocah Tunanetra

Anadolu Agency/Eko Siswono Toyudho, CNN Indonesia | Kamis, 26/07/2018 19:41 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Allafta Hirzi Sodiq tunanetra sejak bayi, bahkan lahir prematur, namun talentanya di bidang musik mengalahkan mereka yang tak berkebatasan fisik.

Mata Allafta Hirzi Sodiq (10) boleh tak melihat. Namun ketika jemarinya sudah menekan tuts organ, siswa SLB Pembina di Jakarta Selatan itu bisa memainkan lagu dengan merdu. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)
Zizi, sapaan akrab Allafta Hirzi Sodiq, bahkan bisa memodifikasi lagu dengan mengaransemen ulang nada dasarnya. Kata Zizi, ia memang paling suka aransemen musik. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)
Kepiawaian Zizi memainkan piano memang tak perlu diragukan lagi. Segudang prestasi telah ia kantongi, baik skala nasional maupun internasional. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)
Saat menyabet piala emas di Asia Art Festival di Yong Siaw Toh, Singapura tahun lalu, ia menyingkirkan ratusan peserta dari 13 negara. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)
Mereka tak memiliki keterbatasan fisik, tapi kalah oleh Zizi yang tunanetra. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)
Baru-baru ini, Zizi ikut seleksi Asia’s Got Talent di Singapura dan mencuri perhatian. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)
Saat itu ia menyanyikan 'Time to Say Goodbye' milik Andrea Bocelli dan 'You All The Reason' milik Calum Scott, namun dengan cara dan versinya sendiri. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)
Terlibat berbagai kompetisi musik sudah jadi hal biasa bagi Zizi. Belajar alat musik sejak usia 3 tahun, ia sudah mulai ikut lomba sejak usianya masih 5 tahun. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)
Meski di kompetisi pertamanya Zizi tak membawa pulang penghargaan apa pun, bopcah yang didiagnosis retinopathy of prematurity sejak usia 7 bulan dan lahir prematur dengan berat hanya 900 gram itu jadi terkenal sebagai pianis tunanetra. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)
Ia kemudian ‘diasuh’ oleh pianis andal alumnus Den Haag, Belanda, Elise Widirastri. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)
Cita-cita Zizi sederhana saja, ingin menjadi pianis andal meski tunanetra, serta penghafal Alquran. Soal yang kedua, bakatnya tak kalah mencuat. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)
Ia rajin melantunkan ayat suci dan menghafalnya. Zizi yang juga ingin jadi pendongeng pun mulai mengikuti kompetisi bertutur dari daerah ke daerah. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)