Oplet 'Keramat' Pembawa Rezeki Si Doel

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Sabtu, 28/07/2018 18:52 WIB
Oplet 'Keramat' Pembawa Rezeki Si Doel Oplet Si Doel yang legendaris. (Dok. Falcon Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kendaraan yang didominasi warna biru itu terlihat kusam saat pertama ditemukan Rano Karno di bilangan Kramat Jati, Jakarta Timur. Saat itu tahun 1993. Rano butuh kendaraan jadul, oplet lebih tepatnya, untuk keperluan syuting. Sudah berputar-putar ia mencari.

"Nyarinya susah setengah mati. Ada yang bagus, harganya enggak cocok. Bukan harganya enggak cocok, duitnya enggak ada," tutur Rano dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.

Garis jodoh pun mempertemukan Rano dengan oplet yang akhirnya dipakai syuting Si Doel Anak Sekolahan. Kondisinya saat itu tak keruan. Bahkan Rano menyebut itu dipakai jadi kandang ayam. Tapi kebetulan harganya sesuai kantong. Rp525 ribu pun berpindah tangan.


Namun Rano kemudian harus merenovasi oplet itu habis-habisan. Mesinnya yang mati ia ganti. Bodi ia sedikit poles, karena tetap mau mempertahankan orisinalitasnya untuk syuting.


Jadilah, oplet itu kendaraan ikonis dari sinetron Si Doel Anak Sekolahan (1994-2003). Awalnya ditarik Babe (Benyamin Sueb), kemudian Si Doel (Rano Karno) sampai akhirnya jatuh ke tangan Mandra. Oplet itu yang menguatkan hubungan Doel dengan Sarah (Cornelia Agatha).

Kalau kini ada festival mengenang masa 1990-an, oplet Si Doel termasuk yang dipajang. Ia bagai kenangan yang patut diabadikan. Nilai historisnya tak tergantikan. Rano saja, meski sudah ditawar sana-sini untuk agar opletnya dijual, tidak akan melepaskan.

"Enggak akan saya jual, berapa pun. Berapa pun, tidak akan saya jual," tegasnya.

Padahal tawaran dari seorang kolektor pernah hampir mencapai Rp1 miliar. Rano sendiri sudah habis ratusan juta rupiah untuk memoles oplet. Dijual Rp1 miliar, untungnya lumayan.

'Si Doel' bersama 'Sarah' dan 'Zaenab' berpose dengan oplet.'Si Doel' bersama 'Sarah' dan 'Zaenab' berpose dengan oplet. (Dok. Falcon Pictures)
Tapi ia tetap tak melepasnya.

Padahal lagi, oplet itu sering mogok. Bukan hanya dalam sinetron, bahkan dalam kehidupan nyata. Soal itu, Mandra mengalaminya sendiri. Kata Mandra, tak semua adegan oplet mogok dalam sinetron tertulis di naskah. Ada kalanya mesin oplet benar-benar tak bisa menyala.

"Kalau oplet enggak nyala setelah dua kali starter, kami bikin adegan tambahan mendorong. Improvisasi adegan dimulai dengan kata 'dorong,'" kata Mandra kepada CNNIndonesia.com.

Lantas apa yang membuat Rano tak mau menjual opletnya?


"Kalau enggak ada oplet ini, rezeki kita mungkin enggak selancar ini," katanya. Rano melanjutkan, "Enggak mungkin saya jual karena ini sejarah saya, sejarah keluarga Doel."

Mandra pun tak memungkiri, ia kangen pada oplet Si Doel. Sang aktor rupanya terlanjur jatuh cinta. Sampai-sampai ia ingin mengoleksi, tapi bingung harus mencari ke mana karena oplet seperti itu memang sudah sangat langka. Kalau bikin replika, tak enak pada Rano.

"Cukup satu itu keramat kita," tuturnya sambil tertawa.

Disebut 'oplet keramat' mungkin pas juga. Sebab selama syuting bertahun-tahun, ia tak ada gantinya. Rano tak menyiapkan properti cadangan. Maka, kalau mogok, ya harus dorong.


Saat sekarang Rano kembali membuat Si Doel The Movie pun, opletnya masih yang lama. Ia habis banyak mendandaninya belum lama ini. Itu pun menghabiskan waktu sekitar 10 bulan. Namun Si Doel tanpa oplet, ibarat makan sayur tanpa garam. Ada yang rasanya tak pas.

Si Doel boleh sampai ke Belanda, mengejar Sarah kalau dalam cerita film, atau tayang perdana di bioskop prestise dengan bangunan tertua di Amsterdam kalau di dunia nyata. Namun oplet yang nasibnya nyaris berakhir sebagai kandang ayam itu, terus menyertainya.

Oplet sendiri usianya digadang-gadang lebih tua dari Indonesia merdeka. Menurut catatan yang dihimpun Karnos Film, ia sudah ada sejak sekitar 1930-an. Oplet adalah sebutan untuk kendaraan yang dimiliki masyarakat kala itu. Baik untuk pribadi maupun transportasi umum.

Jakarta Timur, tempat Rano bertemu dengan oplet jodohnya, adalah daerah pertama di Jakarta yang membuat oplet menjadi transportasi umum untuk masyarakat setempat. Kelamaan, pada 1950-an, oplet jadi kendaraan umum di seluruh Jakarta, Tanah Abang sampai Tanjung Priok.


Di tahun-tahun itulah oplet Si Doel diproduksi, sekaligus diimpor ke Indonesia. Jenisnya Morris Minor 1000 Traveller. Tapi nama oplet, konon karena orang Indonesia kesulitan atau malas menyebut Chevrolet, merek mobil yang diimpor bersamaan dengan era Morris.

Morris sendiri merupakan produksi Inggris yang sudah eksis sejak 1920-an.

Oplet tak lagi menjadi kendaraan umum di Jakarta sejak 1979, saat izinnya dicabut dan digantikan oleh Mikrolet dan Metromini. Pada 1990-an saat sinetron Si Doel tayang dan Babe diceritakan masih 'narik' oplet, kendaraan itu sudah hampir hilang dari muka bumi.

Tapi siapa sangka, atau siape bilang, kendaraan uzur itu tak membawa rezeki. (rsa)