Catatan Hubungan Indonesia-Jepang Dipamerkan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 17:17 WIB
Catatan Hubungan Indonesia-Jepang Dipamerkan Artefak proklamasi yang terjadi saat masa kependudukan Jepang, pun dipamerkan dalam rangka 110 tahun Kebangkitan Nasional. (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia tidak akan pernah bisa dilepaskan dari Jepang, negara yang mengaku sebagai 'saudara tua' saat datang menjajah pada 1942. Sebuah buku yang merefleksikan hubungan kedua negara itu baru dirilis Kamis (2/8), dalam rangka 110 tahun Kebangkitan Nasional.

Diterbitkan atas kerja sama Perpustakaan Nasional RI, Arsip Nasional RI dan kantor berita Antara, buku itu diberi judul Jagung Berbunga di Antara Bedil dan Sakura.

Bersamaan dengan itu, digelar pula sebuah seminar bertajuk 'Hubungan Indonesia-Jepang dalam Lintasan Sejarah' serta pameran foto, sketsa dan poster-poster yang dibuat semasa kependudukan Jepang di Indonesia. Mereka ditampilkan dalam bentuk aslinya.



"Kita dapat menyimak poster propaganda, juga mengamati sampul muka majalah dan beragam produk propaganda lainnya," kata kurator Galeri Foto Jurnalistik Antara, Oscar Matuloh.

Buku yang diterbitkan pun berisi tinjauan visual soal propaganda politisi, budayawan, seniman maupun perupa dalam menggerakkan tujuan di masa kependudukan Jepang.

Salah satu benda yang dipamerkan, menurut kantor berita Antara, adalah halaman depan koran Tjahaja yang diterbitkan di Bandung. Ada kutipan Bung Karno di teras berita harian pimpinan Otto Iskandardinata itu, "Indonesia pasti merdeka, sebelum jagung berbunga. Bukan sebelum jagung berbuah, tetapi sebelum jagung berbunga Indonesia akan merdeka."


Tak hanya itu, pameran juga menampilkan sejumlah cetakan pers dan artefak proklamasi yang menjadi dokumentasi Perpustakaan Nasional RI, Arsip Nasional RI, Antara Foto, dan perusahaan rekaman legendaris, Lokananta di Solo, Jawa Tengah.

Kebanyakan dari dokumen itu sebelumnya pernah berada dalam cengkeraman sensor Jepang. (Antara/rsa)