Album berisikan delapan lagu itu sebenarnya dirilis pada Februari lalu. Sebelum berpesta di Jakarta, mereka lebih dulu mengadakan pesta di Bandung pada April lalu. Pesta itu berjalan sukses dengan keramaian pengunjung dan penampilan baik The Panturas.
Band beraliran surf rock ini tidak tampil sendiri di Jakarta, mereka mengundang empat band sebagai opening act. Empat band tersebut adalah Hentaai, Stagger, Saturday Night Karaoke dan Tarrkam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka memberi perlakuan berbeda untuk pesta kali ini. Formasi The Panturas bertambah tiga orang yang terdiri dari dua brass section dan satu kibordis. Formasi ini membuat musik The Panturas terasa lebih kaya.
Lewat lagu pertama, band asal Jatinangor ini sudah berhasil memanaskan pengunjung. Pengunjung tak berhenti moshing sesuai alunan musik. Belum lagi crowd surfing yang tak pernah berhenti setiap lagu dibawakan.
Suasana semakin memanas ketika The Panturas melanjutkan penampilan dengan membawakan lagu Fish Bomb, Queen of The South, Pergi Tanpa Pesan dan Bulu Babi. Lagu tersebut mereka bawakan dengan baik, seperti tempo yang tepat dan perpaduan apik dengan brass section serta kibordis.
Keriuhan Pesta Mabuk Laut The Panturas Jakarta, Sabtu (4/8) malam. (CNN Indonesia/M. Andika Putra) |
Bak kapal karam terkena ombak, perahu berisi pengunjung itu berkali-kali jatuh karena tak diangkat secara bersamaan dan beraturan.
Malam itu, penampilan The Panturas bak ombak yang berhasil menenggelamkan dan memabukkan pengunjung, meski sesekali vokal Acin terdengar sumbang.
Belum berhenti sampai di situ, 'penenggelaman' masih berlanjut dengan kolaborasi The Panturas bersama sejumlah musisi.
Mereka mengajak Oscar Lolang untuk menyanyikan Arabian Playboy, Alyssa N menyanyikan Sunshine, Jimi The Upstairs menyanyikan Fisherman's Slut, dan Abim Noise menyanyikan ulang lagu Dead Kennedys bertajuk Too Drunk To Fuck.
Suasana konser bertambah panas ketika kolaborator tampil bersama The Panturas. Hampir setiap pengunjung tak berhenti menyanyikan lagu Sunshine dan Fisherman's Slut.
Terlebih, konsep penampilan yang tidak berpanggung membuat suasana terasa lebih intim.
The Panturas tidak sering berinteraksi dengan pengunjung. Mereka berinteraksi hanya dengan mengucapkan terima kasih, memberi tahu lagu yang akan dibawakan dan mengenalkan kolaborator.
"Terima kasih buat semua yang udah datang ke Pesta Mabuk Laut Jakarta. Terima kasih juga buat pihak yang membantu kami," kata Bagus.
Aksi The Panturas di konser perilisan album mereka Sabtu (4/8) malam di Jakarta. (CNN Indonesia/M. Andika Putra) |
The Panturas menutup penampilan dengan membawakan lagu Jack The Ripper milik Screaming Lord Sutch dan lagu Crime Scene milik Los Straitjackets. Acing sempat memanggil semua kolaborator untuk menyanyikan Jack The Ripper.
"Bang Jimi, Oscar dan Abim boleh ke depan. Kita nyanyikan lagu Jack The Ripper," kata Acin.
Jimi merespons saat tiba di 'panggung', "Terima kasih buat The Panturas yang sudah ngundang gue. Sebelum itu ayo kita semua menyanyikan We Are The World."
Pengunjung dan The Panturas mengikuti ajakan Jimi. Setelah selesai menyanyikan sebagian lagu itu, Jimi tiba-tiba menyayikan lagu daerah Sumatera Barat bertajuk Tak Tong Tong. Pengunjung sempat tertawa meski tetap bernyanyi.
[Gambas:Youtube]
Penampilan berdurasi satu setengah jam itu ternyata belum membuat pengunjung puas. Seperti biasa, mereka berteriak 'we want more' dan The Panturas kembali bersiap.
Lagu I've Got Jhonny In My Head milik Teenage Death Star mereka bawakan sebagai penutup. Sejumlah pengunjung merangsek ke area penampilan dan berebut mik untuk bernyanyi. (end)
Keriuhan Pesta Mabuk Laut The Panturas Jakarta, Sabtu (4/8) malam. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Aksi The Panturas di konser perilisan album mereka Sabtu (4/8) malam di Jakarta. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)