"Iya betul kekecewaan juga ada, tapi itu keputusan kayak gitu di luar kuasa gua. Gue cuma ingin tahu ke depannya mudah-mudahan bisa dapat yang lebih baik dari Bang Sandi," kata Pandji kepada CNNIndonesia.com di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (9/8) malam.
Pandji adalah juru bicara Anies-Sandi saat kampanye Pilkada DKI 2017. Usai terpilih, Pandji sempat khawatir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan maju dalam Pilpres 2019, tapi kemudian Sandi lah yang terpilih.
"Gue enggak bisa menahan keinginan Bang Sandi kalau itu yang akan terjadi. Fokus gue lebih kepada siapa yang akan menjabat wakil gubernur karena itu lebih penting," kata Pandji.
Sandi secara resmi dipilih oleh Prabowo sebagai cawapres kemarin malam. Namanya disetujui partai koalisi Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga pimpinan partai politik telah memberikan kepercayaan kepada saya dan saudara Sandiaga Uno untuk maju sebagai calon presiden can calon wakil presiden untuk masa bakti 2019-2024," kata Prabowo di rumahnya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/8) malam.
Pasangan Prabowo-Sandi akan melawan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin yang pada pagi ini telah resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum.
[Gambas:Video CNN] (vws)