Stres Berat, Mel B Berencana Masuk Pusat Rehabilitasi

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Selasa, 28/08/2018 06:31 WIB
Stres Berat, Mel B Berencana Masuk Pusat Rehabilitasi Mel B mengaku stres dan berencana masuk pusat rehabilitasi. (REUTERS/Gus Ruelas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan personel Spice Girls Mel B baru-baru ini berbicara terbuka soal kondisi kesehatan jiwanya. Dia mengungkapkan rencana untuk menjalani perawatan di pusat rehabilitasi usai didiagnosis dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Menurut Mel, rencana itu muncul setelah ia kesulitan melalui enam bulan terakhir. Pemicunya adalah buku yang tengah ia kerjakan, Brutally Honest.

"Saya bekerja dengan seorang penulis di buku saya Brutally Honest, dan itu membuat trauma yang luar biasa, menghidupkan kembali hubungan emosional yang kejam serta menghadapi begitu banyak masalah besar dalam hidup saya," ungkapnya kepada The Sun.



Dia menambahkan, "Saya sangat jujur tentang kebiasaan minum minuman keras untuk mengenyahkan rasa sakit saya, tetapi itu hanya cara bagi banyak orang untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi."

Penyanyi 43 tahun itu pun mengaku sulit mengatasi semua emosi yang dirasakan.

Maka dalam beberapa minggu ke depan, kata Mel, dia akan memasuki program terapi untuk mengatasi masalah dalam dirinya.


Mengukuhkan niatnya, Mel B menulis, "Pengetahuan adalah kekuatan" di Twitter sembari mengunggah tautan ke situs web yang merinci PTSD. Dia juga mencuitkan ulang unggahan sang ibunda, Andrea Brown, yang menyebutkan keputusan Mel untuk masuk rehab.

"Saya sangat bangga dengan putri saya. Dia memiliki keberanian untuk menghadapi iblis-iblis di dalam dirinya dan menangani mereka," tulis Andrea.

Andrea mengaku paham betul trauma apa yang telah dilalui putrinya. Ia tahu dengan masalah seberat itu, orang lain bisa saja melakukan apa pun untuk mengobati rasa sakitnya. Namun alih-alih demikian, Mel B memilih untuk jujur.



"Saya bangga dengan kejujurannya dan saya bangga putri saya berbicara tentang hal yang mempengaruhi begitu banyak orang," imbuh Andrea menuliskan.

Mengutip E! News, pertempuran dalam diri Mel itu telah menjadi topik utama sepanjang tahun lalu, termasuk karena kematian ayahnya pada Maret 2017 dan masalah perceraiannya dengan Stephen Belafonte, yang sampai melibatkan pengadilan.

Mel B mengaku mengalami kekerasan secara fisik dan verbal sepanjang pernikahan mereka selama satu dekade. Ia juga diminta ikut serta dalam hubungan seksual dengan Belafonte dan perempuan lain, serta diancam jika keberatan dan menolak.

(rsa)