Music at Newsroom

Eksperimen Rock N Roll Mafia dalam Karya Terbaru

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Rabu, 29/08/2018 10:41 WIB
Eksperimen Rock N Roll Mafia dalam Karya Terbaru RNRM sadar 'Unison' lebih banyak karya kolaborasi dibandingkan solo, namun karya baru itu bak pancingan semangat untuk bangkit setelah lama tak merilis album. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rock N Roll Mafia (RNRM) merilis mini album bertajuk Unison pada Maret lalu secara digital. Dalam album itu berisikan empat lagu yang tiga lagu diantaranya berkolaborasi dengan musisi lain.

Band asal Bandung itu ingin bereksperimen lewat karya terbarunya. Hal itu menjadi alasan RNRM berkolaborasi dengan tiga musisi berbeda.

Kolaborator pertama dalan mini album Unison adalah penyanyi Petra Sihombing. Bahkan musisi berusia 26 tahun itu juga berperan sebagai produser.


Petra mengaku RNRM adalah band yang Indonesia pertama yang ia cintai. Pertemuan pertamanya dengan RNRM terjadi saat Joyland Festival 2013.


Sejak itu ia terpikat dengan musik elektro pop yang diusung RNRM. Padahal sebelumnya Petra sempat mengusung genre pop dan folk lewat album Petra Sihombing (2009), Pilih Saja Aku (2012) dan Mine (2014).

"Gue enggak merasa nyaman menyanyikan materi-materi lama," kata Petra saat berkunjung ke knator CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Dalam Unison, Petra bernyanyi dan bermain gitar dalam lagu Intoxicated. Suarnya sedikit terdengar berbeda karena menggunakan efek.

Vokalis sekaligus gitaris Eky Darmawan menjelaskan sebenarnya tidak ada kriteria khusus terhadap musisi yang diajak kolaborasi. Semua berjalan secara mengalir.

"Seperti kolaborasi dengan Petra itu karena kami main bareng," kata Ekky dalam kesempatan yang sama.


Selain Petra, RNRM berkolaborasi dengan Danilla lewat lagu Peculiar Things. Danilla memiliki porsi bernyanyi yang cukup banyak dalam lagu berdurasi empat setengah menit itu.

"Banyak penyanyi yang suaranya bagus, tapi gak punya karakter. Danilla itu unik, cara dia menulis lagu dan menyanyi itu unik," kata Eky.

Nama Danilla naik daun setelah merilis album perdana bertajuk Telisik (2013). Ia dikenal memiliki suara tipis dan erat dengan nada-nada rendah.

Tahun lalu Danilla merilis album kedua bertajuk Lintasan Waktu. Ia sempat masuk nominasi Female Singer of The Year Indonesian Choice Awards 5.0.

[Gambas:Instagram]

Band yang terbentuk sejak 2002 itu turut berkolaborasi dengan penyanyi Ratih Suryahutamy yang memiliki nama panggung Neonomora. Ratih menyanyikan dan menulis lagu Crystallized.

"Karakter suara Neonomora itu poweful," kata Bueno.

Sepanjang karier bermusik, Neomora sudah merilis satu mini album bertajuk namanya sendiri pada 2013 dan album penuh bertajuk Seeds (2014). Sebanyak 2.000 keping album Seeds laris terjual.

Dalam Unison, hanya lagu Skeptical yang dibawakan oleh RNRM. Meski banyak kolaborasi, kata Bueno, Unison bak pancingan semangat untuk bangkit setelah lama tak merilis album.

Sepanjang karier bermusik mereka, RNRM sudah merilis tiga album bertajuk Rock N Roll Mafia (2002), Outbox (2007) dan Prodigal (2012). Jarak enam tahun seperti yang terjadi dengan RNRM dapat dikatakan jeda cukup lama bagi musisi untuk merilis karya baru.

[Gambas:Youtube]

Hal-hal yang menghambat pembuatan album baru diakui RNRM adalah kesibukan masing-masing personel yang tidak hanya bekerja sebagai musisi, seperti Bueno yang berprofesi sebagai pengacara dan Hendra yang memiliki agensi periklanan.

Mereka semua terpaksa 'dikarantina' selama penggarapan album. Karantina mereka berbuah manis usai berhasil mengerjakan dan merilis Unison.

Oktober nanti, Unison akan dirilis dengan format kaset. Mereka berencana akan membuat konser perilisan di Jakarta dan Bandung.

Penampilan RNRM bisa disaksikan di CNNIndonesia.com Music at Newsroom pada hari ini, Rabu (29/8), pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. (tsy/end)