Music at Newsroom

Dua Windu Rock N Roll Mafia, Banyak Karya Sedikit Drama

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Jumat, 24/08/2018 11:40 WIB
Dua Windu Rock N Roll Mafia, Banyak Karya Sedikit Drama Rock N Roll Mafia konsisten bermusik, mengusung genre elektro pop, sejak dibentuk 2002 lalu. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat Rock N Roll Mafia (RNRM) mengusung genre pop elektro sejak awal terbentuk 2002 silam, aliran itu belum populer di kalangan band Indonesia. Meski begitu, RNRM pantang mundur.

Band yang saat itu masih digawangi Hendra Jaya Putra (progammer/synthesizer), Tommi Herlambang (kini di The Titans) dan Achmad Pratama (kini di Mocca) langsung merilis album. Dijuduli seperti nama band mereka, album itu keluar di tahun yang sama terbentuknya RNRM.

Sayang, seleksi alam mulai bermain.


"Di album selanjutnya Imot fokus ke The Titans dan Toma sibuk bersama Mocca, akhirnya pecah," kata Hendra saat mengunjungi kantor CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.


Waktu demi waktu, RNRM menyisakan Hendra seorang.

Ia kemudian bertemu dengan Eky Darmawan (vokal/gitar) yang saat itu merupakan gitaris Polyester Embassy. Dari iseng membuat lagu, Hendra merasa karakter vokal Ekky sesuai dengan kebutuhan RNRM. Kekompakan Hendra dan Ekky pun berbuah manis.

RNRM merilis album kedua bertajuk Outbox pada 2007. Mereka konsisten mengusung genre elektro pop lewat album yang berisikan 12 lagu itu. Hendra merasa, itu pembuatan album yang menyenangkan. "Enggak ada teori dalam album itu, enggak ada beban," ia mengenang.

"Di Outbox itu main isi saja, ketukan yang tadinya tiga bisa jadi empat."


Konsistensi membuat nama band asal Bandung itu semakin meroket. Mereka malang melintang di sejumlah acara musik di beberapa daerah dengan personel tambahan yang tambal sulam. Seiring karya yang terus bertambah, RNRM pun dirasa Hendra semakin dewasa.

Pendewasaan itu terlihat dalam pembuatan album ketiga bertajuk Prodigal (2012). Album itu tak lagi dibuat 'suka-suka' seperti Outbox. "Dulu semua bikin apa pun menggebu-gebu, kurang ini kurang itu, pakai idealisme masing-masing," Hendra menceritakan.

"Sekarang kalau dia kurang, beritahu. Selesai," ia lanjut membandingkan.

Kini RNRM ketambahan dua personel baru, Bueno Jurnalis (bas/vokal) dan Dawan (drum). Karyanya pun bertambah. Mei lalu RNRM merilis mini album bertajuk Unison.


Kali ini RNRM mencoba hal baru dengan kolaborasi bersama tiga vokalis berbeda. Petra Sihombing menyanyikan lagu Intoxicated, Danilla menyanyikan lagu Peculiar Things dan Ratih Suryahutamy atau yang lebih dikenal sebagai Neonomora menyanyikan lagu Crystallized.

Meski berubah semakin dewasa, genre RNRM tak berganti, tetap elektro pop. Padahal bisa dikatakan genre itu termasuk musik segmented, tidak didengar banyak orang di Indonesia.

RNRM kini berusia dua windu alias enam belas tahun sudah. Mereka tak seperti band lain yang vakum atau bubar hanya karena intrik antarpersonel. Salah satu kuncinya, kata Hendra, adalah menjaga kekompakan agar mereka tetap bisa bermusik.

"Salah satu yang bikin bubar band itu, cara penyampaian ke teman atau personel. Jadi udah jalanin aja, enggak perlu berambisi yang membuat jadi antagonis," kata Hendra.

RNRM membawa kekompakan itu bermain musik di CNNIndonesia.com Music at Newsroom pada Rabu (29/8) mendatang, pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. (tsy/rsa)