Sejak 2017 silam, patung sosok Sardar Vallabhbhai Patel, seorang tokoh perjuangan India, dibangun dengan melibatkan 2.500 pekerja, termasuk ratusan pekerja dari Tiongkok.
Di bawah pengawasan Perdana Menteri Narendra Modi, pembangunan patung ini diperkirakan selesai pada 31 Oktober mendatang dengan tinggi mencapai 182 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Sardar Vallabhbhai Patel, sosok Chhatrapati Shivaji juga akan diabadikan dalam bentuk stupa sebagai bagian dari proyek PM Modi, Statue of Unity.
Seperti yang dilansir dari AFP pada Senin (3/9), India telah mengeluarkan dana sekitar US$1 milyar (sekitar Rp15 triliun) untuk dua mega proyek yang diharapkan mampu menarik banyak wisatawan ke India layaknya situs wisata patung Liberty di New York, Amerika Serikat.
Motif politik
Tak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, motif politik terkait penyelenggaraan pemilu India tahun depan juga terselip di mega proyek ini.
Partai Nasionalis, termasuk PM Modi, menganggap kinerja sosok Patel dibayangi kepemimpinan Jawarharlal Nehru, PM pertama India.
Kala itu, Patel 'hanya' menjadi wakil PM India setelah berkontribusi dalam bergabungnya 550 daerah strategis setelah India merdeka.
Situasi ini membuat kaum nasionalis-Hindu di India kecewa.
Pembangunan patung sebagai bentuk apresiasi Patel dijadikan momentum mencari simpati dari para pendukung Patel.
Seorang profesor sekaligus mantan pengajar kelas politik di Jawaharlal Nehru University di New Delhi, India menyatakan Modi banyak menggunakan warisan Patel dalam kampanye politiknya.