Brie Larson Buka Suara Soal 'Captain Marvel'

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 15:00 WIB
Brie Larson Buka Suara Soal 'Captain Marvel' Brie Larson, sang pemeran Captain Marvel memamerkan foto perdana karakter superhero wanita itu sekaligus mengisahkan sedikit tentangnya. (AFP PHOTO / VALERIE MACON)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seiring dengan penampilan foto perdana Captain Marvel yang telah ditunjukkan kepada publik, Kamis (6/9), sang pemeran utama Brie Larson pun menceritakan soal karakter yang ia mainkan tersebut.

Larson memerankan sosok superhero wanita unggulan Marvel ini dan akan rilis pada 8 Maret 2019 mendatang, sekaligus menjadi yang pertama film solo superhero wanita di Marvel Cinematic Universe.

Karakter ini pun semakin riuh dibahas setelah Nick Fury pada after credit Avengers: Infinity War menyiratkan memanggilnya sebelum lenyap gara-gara ulah Thanos.


Kini Larson mengungkapkan karakter Carol Danvers si Captain Marvel ketika diwawancara oleh Entertainment Weekly untuk edisi September.

"Dia tidak bisa tidak menjadi dirinya sendiri," kata Larson.


"Dia bisa dapat agresif, dan dia bisa marah, dan dia bisa sedikit invasif di hadapan Anda sendiri. Dia juga cepat dalam bertindak yang membuatnya menakjubkan dalam pertempuran karena dia yang pertama di luar sana dan tidak selalu menunggu perintah," lanjutnya.

"Namun aksinya itu kadang bagi sebagian orang justru dipandang negatif," kata Larson.

Entertainment Weekly juga merilis sejumlah foto eksklusif terkait Captain Marvel. Dalam foto yang juga diunggah Larson dalam media sosialnya, sang Captain Marvel tampak kuat dengan balutan kostum khas biru-merah dan bintang di bagian dada.

Film yang disutradarai oleh Anna Boden, sutradara wanita Marvel pertama, ini berlatar di dekade 1990-an kala Carol Danvers, seorang mantan pilot angkatan udara AS memilih untuk bergabung dengan Starforce, tim militer elite Kree yang beroperasi lintas galaksi.

[Gambas:Instagram]

Semasa di Starforce, Danvers dikomandoi dan diajari oleh Walter Lawson atau Mar-Vell yang diperankan oleh Jude Law.

Dalam perjalanannya, Davers kembali ke rumahnya dengan segudang pertanyaan terkait masa lalu dan identitasnya. Danvers pulang ketika Bumi terjebak dalam konflik intergalaksi.

Latar waktu yang ada dalam Captain Marvel, yaitu pertengahan dekade '90-an, terjadi jauh sebelum Steve Rogers alias Captain America dicairkan atau Tony Stark membuat setelan kostum Iron Man pertamanya.

EW menulis, latar tersebut memungkinkan Captain Marvel menunjukkan sejumlah karakter Marvel dalam versi yang lebih muda, seperti Nick Fury yang diperankan Samuel L Jackson yang masih matanya masih komplet.


"Captain Marvel bukan seorang superhero yang sempurna atau di dunia lain dianggap seperti dewa," kata sang sutradara, Boden.

"Namun yang membuat dirinya spesial adalah betapa humanisnya dia. Dia [Captain Marvel] itu lucu, namun tidak selalu bisa memberikan lelucon bagus. Dan dia dapat keras kepala dan sembrono dan tidak selalu membuat keputusan yang sempurna untuk dirinya sendiri," lanjut Boden.

"Namun di hatinya, dia amatlah baik dan humanis, dengan semua kekacauannya," kata Boden. (end)