Avril Lavigne Kembali Bermusik Lewat Lagu 'Head Above Water'

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 20:34 WIB
Avril Lavigne Kembali Bermusik Lewat Lagu 'Head Above Water' Setelah lima tahun vakum di perhelatan musik dunia, Avril Lavigne akan kembali rilis lagu baru bertajuk
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah lima tahun vakum di perhelatan musik dunia, Avril Lavigne akan kembali rilis lagu baru bertajuk 'Head Above Water' pada 19 September mendatang.

Kembalinya Avril menjadi momen yang ditunggu-tunggu, sebab single ini merupakan karya pertamanya setelah berjuang melawan penyakit Lyme.

Single ini akan menceritakan mengenai perjuangan solois perempuan berusia 33 tahun ini melawan penyakitnya. Ia mengaku musik ini tercipta kala dirinya sedang 'lumpuh' di tempat tidur.



"Saya telah berpasrah dan bisa merasakan tubuhku perlahan tubuhku tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Saya merasa seperti sedang tenggelam, seperti berada di bawah air dan membutuhkan udara. Seperti sedang terbawa arus sungai," tulis Avril di situs resminya, dikutip dari AFP.

Pengalamannya bertarung dengan tahun-tahun buruknya akan dicurahkan oleh pelantun lagu "Girlfriend" ini dalam musik yang akan ia bawakan pada September mendatang.

Avril pun berterima kasih pada semua penggemar yang setia menunggu dirinya dalam menjalani sebuah perjuangan yang ia sebut di antara hidup dan mati. Para Little Black Star, fan Avril Lavigne, memang terbukti sudah tak sabar menanti sang idola kembali berkarya.

Tagar yang berkaitan dengan kembalinya Avril masuk dalam daftar trending topics di berbagai negara. Seperti tagar #Avrilisback yang menjadi trending #1 di Weibo, 'Google' ala China. Begitu juga halnya di Kolombia, tagar #HeadaboveWater menjadi trending topic nomor lima.


Awalnya, dara kelahiran Ontario, Kanada ini enggan terbuka mengenai penyakit yang ia derita. Namun, Avril merasa dunia perlu menaikkan kesadaran terkait penyakit Lyme.

Tak hanya lewat musik, ia akan menyalurkan bantuan lewat yayasan untuk membantu diagnosa pengidap serta pengembangan riset penelitian untuk memberantas penyakit Lyme yang mampu menimbulkan gejala sakit kepala dan kesulitan untuk bergerak ini.

Penyakit Lyme merupakan penyakit peradangan akut yang ditandai gejala perubahan kulit, peradangan sendi, dan gejala flu. Penyakit ini disebabkan bakteri Borrellia burgdorferi dan dapat ditularkan melalui gigitan kutu. (dna/end)