Gwen Stefani Disebut Jadi Penyebab Donald Trump Jadi Presiden

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 08/09/2018 01:07 WIB
Gwen Stefani Disebut Jadi Penyebab Donald Trump Jadi Presiden Menurut sutradara Michael Moore, Donald Trump maju jadi presiden AS pada 2016 lalu karena iri dengan Gwen Stefani dan tak benar-benar niat jadi presiden. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara film asal Amerika Serikat, Michael Moore membuat geger karena mengklaim Gwen Stefani jadi inspirasi Donald Trump untuk maju dalam pemilu presiden AS 2016 lalu.

Berawal dari program kompetisi bisnis The Apprentice yang dipandu oleh Trump, mantan pemilik Organisasi Miss Universe ini seakan tak terima jika honornya lebih rendah dari Gwen Stefani.

Diketahui Stefani tengah menjurikan ajang pencarian bakat The Voice di saat bersamaan. Kedua program hiburan itu 'bersaing' di satu kanal televisi AS yang sama, NBC.



Moore mengungkapkan kepada The Hollywood Reporter kalau Trump mau membuktikan kepada NBC bahwa dirinya lebih populer, sehingga berhak mendapat honor lebih tinggi.

Sebagai bentuk tekad unjuk diri ke NBC, Trump mengumumkan pencalonan diri dalam bursa pemilihan presiden 2016 pada sebuah acara di Menara Trump.

Namun di balik pencalonan itu, sutradara yang karyanya kerap dengan kritik sosial ini menambahkan bahwa Trump sesungguhnya tak benar-benar niat jadi presiden. Meskipun, wacana nyapres sudah terbesit di benak Trump sejak 1988.

"Tidak ada griya tawang di Gedung Putih dan ia tidak mau tinggal di kota hitam. Ia sebenarnya hanya mau mengadukan NBC ke jaringan televisi lain, namun rencananya keluar jalur," ungkap Moore tentang alasan Trump.


Moore menyebut politisi Partai Republik ini semakin mantap menjalankan kampanye yang serius setelah menyadari besarnya dukungan yang sudah ia kumpulkan.

Berbuah manis, Trump menang atas Hillary Clinton pada pemilu presiden Amerika Serikat untuk periode 2016-2020 dengan 304 suara.

Untuk periode kepresidenan selanjutnya, Moore berharap akan ada figur baru. Di antaranya, istri mantan presiden Barrack Obama, Michelle Obama, presenter ternama Oprah Winfrey, atau aktor Tom Hanks yang menetap pilihan politiknya di Partai Demokrat.

Sutradara Fahrenheit 9/11 ini merasa masyarakat butuh sosok yang lebih dicintai. Sebab, dalam masa kepemimpinan Trump, Presiden AS ke-45 ini terkenal dengan berbagai kontroversi, baik dari ucapan ataupun kebijakannya. (tsy/end)