'Jurus' Netflix Saingi Dominasi HBO di Emmy Awards

Tim, CNN Indonesia | Senin, 17/09/2018 19:04 WIB
'Jurus' Netflix Saingi Dominasi HBO di Emmy Awards CEO Netflix, Reed Hastings. (REUTERS/Steve Marcus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahun 2018 barangkali bukan tahun terbaik bagi jaringan kabel televisi premium HBO. Pasalnya, setelah 17 tahun berturut-turut memimpin dengan nominasi Emmy terbanyak, rantai panjang itu diputus oleh layanan media streaming Netflix.

Meski unggul tipis, Netflix berhasil unggul dengan 112 nominasi dari HBO yang mendapat 108 nominasi.

Beberapa acara televisinya yang turut menyumbang nominasi adalah 'GLOW' dan 'Unbreakable Kimmy Schmidt' untuk kategori Outstanding Comedy Series, serta The Crown dan 'Stranger Things' untuk kategori Outstanding Drama Series.


Kategori Lead Actor in a Limited Series or Movie juga disabet Netflix melalui serial antologi bergenre fiksi sains 'Black Mirror: USS Callister'.

Serial orisinal bertemakan kriminalitas, 'Ozark', turut berkontribusi di kategori Lead Actor in a Drama Series sekaligus Best Directing berkat Jason Bateman.

Prestasi Netflix ini tidak didapat secara instan.

Berawal pada 2013, Netflix menciptakan program orisinalnya sendiri yang hanya menyabet 14 nominasi.

Sebuah kebangkitan besar bagi media yang sering dikritisi menaruh konten sembarangan ini ketika menerima ratusan nominasi untuk 40 acara televisi yang berbeda di ajang Emmy Awards tahun-tahun berikutnya.

Bagi Kepala Program Netflix, Cindy Holland, nominasi itu menandakan Netflix dapat menjangkau penonton awam maupun yang berselera tinggi.

Menanggapi kesuksesan Netflix tahun ini, Holland menunjukan rasa hormatnya pada pesaing utamanya, HBO.

"HBO sudah menuntun selama bertahun-tahun dan kami memiliki rasa kagum dan hormat yang luar biasa untuk tim mereka. Namun, kami sangat bahagia bekerjasama dengan beberapa orang berbakat yang kini hasil kerja kerasnya dihargai oleh sesama."

Keberhasilan ini nampaknya kian mendorong ambisi Netflix untuk menjadi semakin baik bagi 130 juta pelanggannya.

"Kami tidak fokus pada kuantitas atau kualitas saja, tujuan kami adalah menyajikan keduanya. Sebab selusin film tidak akan memuaskan khalayak," jelas Holland, seperti yang dikutip dari The Wrap.

Netflix juga tak main-main perihal penghargaan.

Media yang dibangun sejak 1997 ini meningkatkan kampanye promosinya melalui FYSEE, sebuah acara untuk memamerkan tayangan Netflix kepada pemilih Emmy dan kini dibuka untuk publik selama 5 minggu.

Tak hanya itu, Netflix juga mempekerjakan konsultan penghargaan ternama, Lisa Taback untuk menjadi Kepala Bidang Penghargaan.

"Kami sangat bangga dalam mencoba untuk membangun kampanye promosi yang memenuhi kualitas dan kaliber dari acara yang mereka (pemilih Emmy) dukung," tandas Holland.

[Gambas:Youtube]

(tas/ard)