Semarang Miliki Panggung Seni Terbuka Pertama

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 09:35 WIB
Semarang Miliki Panggung Seni Terbuka Pertama Kini Semarang memiliki panggung seni terbuka pertama di Jawa Tengah yang cantik, yaitu Taman Indonesia Kaya. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Semarang, CNN Indonesia -- Taman Menteri Supeno atau yang lebih dikenal dengan sebutan Taman KB di Semarang, Jawa Tengah kini telah bersolek usai beberapa tahun belakangan terbengkalai. Ruang terbuka yang bertempat di Jalan Menteri Soepeno itu dipugar menjadi wadah serta ruang publik untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan.

Namanya pun diubah menjadi Taman Indonesia Kaya.

Bertepatan dengan ulang tahun Galeri Indonesia Kaya ke-5, yang jatuh pada 10 Oktober 2018, Taman Indonesia Kaya diresmikan oleh Pemerintah Kota Semarang dan Bakti Budaya Djarum Foundation sebagai taman dengan panggung seni pertunjukan terbuka pertama di Jawa Tengah yang juga menjadi wadah ekspresi para seniman dan pekerja seni.




Meski demikian, patung seorang ibu dengan dua orang anak masih dipertahankan sebagai salah satu ikon di taman tersebut.

"Terletak di pusat kota, Taman Indonesia Kaya memberikan warna baru bagi Kota Semarang dan dapat menjadi rumah bagi para seniman Jawa Tengah yang bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan dan pertunjukan seni budaya," ujar Hendrar Prihadi, selaku Walikota Semarang dalam pidato peresmian taman tersebut.

Dia pun berharap dengan adanya tempat tersebut dapat mendorong pelaku seni untuk menciptakan karya baru dan mengembangkan seni budaya di Jawa Tengah.

Taman seluas lima ribu meter persegi ini telah dibuka untuk masyarakat umum sejak 11 Oktober 2018 dan memiliki beberapa fasilitas yang dapat dikunjungi. Di antaranya Panggung Budaya yang dibangun dengan dua sisi yang dapat digunakan, sisi satu menghadap SMA Negeri 1 Semarang yang dapat digunakan untuk pementasan dengan kapasitas hingga 200 orang. Sisi lainnya menghadap kantor gubernur dan dapat menampung hingga 800 orang.



Selain itu ada pula Taman Pandawa Lima yang dibuat oleh Komroden Haro, kemudian Pelataran Penikmat Seni, Amphitheater, Area Hijau, Gerbang Mural karya lima seniman muda Semarang yakni Puthut Aldoko Wilis, Arief Hadinata, Azis Wicaksono, Guruh Indra W dan Muhammad So'if, serta Air Mancur Menari yang dapat bergerak selaras dengan alunan musik klasik dan lagu-lagu perjuangan Indonesia.

Khusus pertunjukan air mancur, dijadwalkan akan menyala setiap hari pada pukul 19.00 - 20.00 WIB dan hingga pukul 21.00 WIB di akhir pekan.

"Lima tahun yang lalu, kami meresmikan Galeri Indonesia Kaya di Jakarta sebagai ruang publik yang bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia. Hari ini, kami meresmikan Taman Indonesia Kaya di Semarang yang juga menjadi ruang publik untuk mendukung aktivitas dan keberlangsungan seni budaya lokal di Jawa Tengah dan di Indonesia," ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Pertunjukan pertama di Taman Indonesia Kaya direncanakan bakal diadakan pada 27 Oktober 2018 yang akan diisi oleh seniman senior Indonesia, yakni Butet Kertaradjasa, Agus Noor, Djaduk Ferianto, Cak Lontong, Prie GS, Sruti Respati, dan seniman-seniman asal Semarang, Jogja, Solo, serta Kudus yang akan turut meramaikan pementasan di Panggung Budaya.

Nantinya, Taman Indonesia Kaya juga menjanjikan bakal mengadakan program-program seperti workshop tari ataupun kegiatan yang berhubungan dengan seni pertunjukan secara rutin. (agn/rea)