Makna 'Winter Is Coming' yang Disebut Jokowi di Acara IMF-WB

CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 11:39 WIB
Makna 'Winter Is Coming' yang Disebut Jokowi di Acara IMF-WB Slogan 'Winter Is Coming' dari 'Game of Thrones' yang digunakan Jokowi di acara IMF-WB sejatinya peringatan datangnya musim salju dan ancaman. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah menganalogikan kondisi ekonomi global seperti film Avengers: Infinity War (2018), Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menganalogikan dengan produk hiburan.

Kali ini, dalam pidato pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF), ia mengibaratkan ekonomi global seperti serial televisi Game of Thrones (GoT).

Sebelum lanjut lebih dalam, Game of Thrones merupakan serial yang tayang di HBO dan merupakan adaptasi dari seri novel A Song of Ice and Fire karya George Raymond Richard Martin.


Tahun depan HBO akan menayangkan musim kedelapan GoT yang akan menjadi musim terakhir.


Secara garis besar GoT bercerita tentang perebutan takhta dalam benua bernama Westeros yang dipimpin satu kerajaan besar.

Pemegang kekuasaan kerajaan bisa berganti, namun singgasana tidak bisa berganti. Singgasana itu terbuat dari ribuan pedang yang ditempa dengan api naga sehingga The Iron Throne.

Setiap kerajaan, disebut House, yang memegang kekuasaan The Iron Throne bertugas memerintah tujuh wilayah Westeros. Agar mudah memerintah, pada setiap wilayah ditunjuk satu Great House untuk memerintah kerajaan-kerajaan kecil di wilayahnya.

[Gambas:Instagram]

Alih-alih sejahtera dan makmur, satu sama lain Great House malah bersengkongkol dan saling perang untuk menguasai The Iron Throne. Segala intrik politik dilakukan.

Sementara itu, mengacu pada musim GoT yang akan datang, ada ancaman dari wilayah paling Utara yang disebut Beyond The Wall semakin dekat.

Ancaman itu berupa musim salju berkepanjangan yang membawa pasukan mati atau disebut Wights. Wights diperintah oleh White Walker dan Night King. Manusia yang disentuh White Walker atau Night King akan berubah menjadi Wights.


Kisah itu pula yang dijelaskan oleh Jokowi. Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan sejumlah kepala negara sibuk mendorong ekonomi negara masing-masing, namun tak diiringi dengan koordinasi antara negara.

Akhirnya harga minyak mentah dunia saat ini terus meroket dan mata uang berbagai negara keok terhadap dolar Amerika Serikat (AS). AS menikmati pertumbuhan ekonomi yang pesat, sedangkan pertumbuhan ekonomi negara lainnya tak stabil.

"Dengan berbagai masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa: Winter Is Coming," kata Jokowi di Bali, Jumat (12/10).

Sosok White Walker dan Night King (kanan).Sosok White Walker dan Night King (kanan). (Dok. HBO Asia)

Setiap House di GoT memiliki slogan. Winter Is Coming adalah slogan dari House Stark yang merupakan kepala wilayah Utara atau disebut Warden of The North.

House Stark merupakan salah satu House yang paling idealis. Namun mereka tak pandai berpolitik sehingga sering kali menjadi permainan House lain.

Bukan sekadar slogan, Winter Is Coming juga berarti peringatan akan ancaman. House Stark berada di wilayah Utara, dengan begitu mereka menjadi salah satu House yang pertama tahu bahwa musim salju sudah datang.

Musim salju bukanlah musim yang membahagiakan di GoT. Pasalnya kurun waktu musim salju tidak jelas dan sulit diprediksi, bahkan sempat diceritakan musim salju berlangsung selama sembilan tahun.


Banyak orang yang mati karena kekurangan makanan saat musim salju.

Belum lagi musim salju membawa Wights beserta White Walker dan Night King. Manusia bisa sangat langka atau bahkan habis bila semua berubah menjadi Wights.

Dalam serial televisi, hal ini dibahas pada musim ke-tujuh dan akan berlanjut pada musim ke-depalan yang akan tayang tahun depan.

Jokowi menjelaskan perebutan kekuasaan antar Great Houses membuat mereka lupa bahwa ada ancaman besar di luar sana yang bisa merusak wilayah mereka.

Jon Snow dan kawanannya.Jon Snow dan kawanannya. (Dok. HBO)

Namun setelah berjalannya waktu, mereka sadar bahwa yang terbaik bukanlah siapa yang duduk di The Iron Throne, melainkan melawan ancaman tersebut.

"Tatkala Great Houses sibuk bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya bencana besar dari hutan. Seorang evil winter yang ingin merusak dan meliputi seluruh dunia dengan es dan kehancuran," kata Jokowi.

Jokowi melanjutkan, "Akhirnya mereka sadar tidak penting siapa yang duduk di The Iron Throne, yang penting kekuatan bersama untuk mengalahkan evil winter. Agar bencana global tak terjadi, tanah tandus sengsarakan semua pihak."

Kisah yang dijelaskan Jokowi adalah akhir cerita dari musim ketujuh yang tayang 2017 lalu. Pada akhir musim sejumlah house sepakat bekerja sama mengalahkan Wights, White Walker dan Night King.


Namun, pasukan makhluk mati itu sudah berhasil memasuki wilayah Utara secara perlahan.

Belum diketahui bagaimana kelanjutan kisah GoT, baik peluang manusia akan menang atau kalah. Akhir kisah itu akan diceritakan pada musim terakhir GoT yang rilis tahun depan.

Berkaca pada Game of Thrones, Jokowi menyebut pejabat antara negara di dunia perlu berkoordinasi untuk mencegah ancaman global.

Mantan gubernur DKI ini pun mempertanyakan kepada delegasi di agenda tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-World Bank) terkait keharusan negara untuk saling berkompetisi.

"Tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah-tengah kehancuran. Tidak ada artinya jadi kekuatan ekonomi terbesar tapi di tengah dunia yang tenggelam, " kata Jokowi di depan delegasi dan peserta IMF-WB.

[Gambas:Youtube]

"Saya ingin menegaskan, saat ini kita memasuki sesi terakhir dari pertarungan ekspansi ekonomi global yang penuh rivalitas dan persaingan. Bisa menjadi situasi yang genting bagi krisis ekonomi global 10 tahun yang lalu."

"Kami bergantung pada Bapak Ibu semuanya, para pembuat kebijakan fiskal dan moneter dunia, untuk menjaga komitmen kerja sama global. Saya sangat berharap Bapak Ibu akan berkontribusi dalam mendorong para pemimpin-pemimpin dunia untuk menyikapi keadaan ini secara tepat," kata Jokowi.

Penyataan Jokowi terasa mirip dengan pernyataan karakter Jon Snow pada musim ketujuh Game of Thrones. Jon Snow yang saat ini merupakan kepala House Stark meminta sejumlah kerajaan untuk bersama melawan Wights, White Walker dan Night King. (adp/end)