Lima Aksi Titi Qadarsih di Layar Lebar

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 16:19 WIB
Lima Aksi Titi Qadarsih di Layar Lebar Titi Qadarsih merupakan sosok multi-talenta di industri hiburan. (Screenshot via instagram (@indraqadarsih))
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktris kawakan Titi Qadarsih meninggal pagi ini, Senin (22/10). Kabar ini dikonfirmasi putra mantan pemain teater itu, Indra Qadarsih melalui akun media sosialnya.

Titi awalnya dikenal sebagai penyanyi. Dirinya menginjakkan karier sebagai anggota grup penyanyi Salanti Bersaudara pada 1964 dan sempat menjadi pengisi suara ternama dengan bayaran mahal di eranya.

Namun, Titi merupakan sosok multi-talenta di industri hiburan. Tak hanya tarik suara, Titi mendirikan grup tari Venus Girl Dance Group.


Belum puas juga, Titi juga dikenal merupakan mantan peragawati, foto model, dan terakhir dikenal sebagai pemeran film yang sudah membintangi puluhan karya, berikut beberapa di antaranya.


Jangan Ambil Nyawaku

Meski bukan menjadi pemeran utama dalam film yang diangkat dari kisah nyata novel Titie Said itu, Titi sukses merebut perhatian masyarakat menjadi aktris pembantu.

Titi dinominasikan dalam Piala Citra Festival Film Indonesia pada 1982 untuk kategori aktris pembantu. Film ini mengisahkan perjuangan hidup melawan penyakit dan pergumulan keluarga dan digarap oleh Sophan Sophiaan.

[Gambas:Youtube]

Panggil Namaku Tiga Kali

Setelah namanya dikenal dalam film bertemakan drama melankolis, Titi berpindah hati ke genre horor.

Usianya yang telah menginjak kepala enam membuat Titi cocok berperan sebagai 'Oma Mar', seorang nenek yang seram dan begitu protektif kepada cucunya, Lara.

Dalam film karya Koya Pagayo itu, Titi begitu membatasi Lara hingga ia hanya dapat berkomunikasi dengan seorang boneka dan sering diolok-olok oleh teman sekolahnya.

Rumah Pondok Indah

Ketagihan dengan horor, Titi kembali mengambil peran dalam 'Rumah Pondok Indah' bersama dengan Asha Shara, Ricky Harun, dan Cintami Atmanegara.

Diceritakan dalam film tersebut, roh halus bernama Maya gentayangan dan merasuki seluruh pemilik rumah itu di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Titi yang berperan sebagai dukun pengusir setan ikut menemukan fakta bahwa mayat Maya ternyata selama ini diawetkan menjadi patung oleh kekasihnya sendiri.

Usai 'Rumah Pondok Indah', mantan penyanyi yang pernah berduet dengan Gombloh itu kian mondar-mandir di berbagai film horror Indonesia, antara lain 'Suster N', 'Terowongan Casablanca', dan terakhir 'Main Dukun' pada 2014.


Kembang Perawan

Selain film horor, Titi juga piawai bergurau dalam film komedi. Dalam film produksi Frame Ritz itu, Titi bermain sebagai eyang dari Astu (Adly Fairuz) yang berdomisili di daerah Sukabumi.

Kisah cinta lawakan berlatar anak SMA ini diakui Titi kepada media kala itu begitu berkesan karena dapat syuting bersama dengan aktor yang jauh lebih muda darinya, seperti Ryana Dea, Indah Kalalo, Olivia Lubis Jensen, dan Dimas Anggara.

[Gambas:Youtube]

Madre

Tertarik dengan naskah yang diadaptasi karya novel Dewi Lestari, Titi kembali ke layar lebar setelah empat tahun vakum sejak 'Kembang Perawan' pada 2009.

Pada 2013, Titi mencicipi peran dalam film berbau kuliner. Ibu dari mantan pemain kibor Slank ini mengambil tawaran sutradara Benni Setiawan untuk menjadi nyonya Belanda bernama Qory dalam film tentang toko roti kuno itu.

[Gambas:Youtube] (tsy/end)