Fifi Purnama Protes Karakter Ayah Tak Sesuai di Film 'Ahok'

CNN Indonesia | Rabu, 07/11/2018 18:29 WIB
Fifi Purnama Protes Karakter Ayah Tak Sesuai di Film 'Ahok' Adik perempuan Ahok mengaku kecewa dengan hasil akhir film 'A Man Called Ahok'. (Foto: AFP PHOTO / POOL / Bagus INDAHONO)
Jakarta, CNN Indonesia -- 'A Man Called Ahok' memang baru akan rilis pada 8 November mendatang, namun ragam tanggapan datang dari pihak keluarga Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Adik perempuan Ahok, Fifi Lety Tjahaja, mengaku enggan menonton film tersebut karena dirinya merasa banyak adegan di film ini yang berbeda dengan kenyataan.

Fifi mengungkapkan kekecewaannya melalui sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya. Menyertai video yang berdurasi sekitar enam menit tersebut, ia menuliskan tanggapannya atas film yang disutradarai oleh Putrama Tuta tersebut dalam kolom komentar.


"Setelah film jadi, saya nggak tega nontonnya. Masa kecil kami dan papa-mama kami jadi beda, bahkan sopir kami pun beda. Bukankah true story harusnya sama dengan cerita aslinya?" tulisnya.


Rasa kekecewaannya semakin terasa karena dirinya pernah membantu proses pembuatan film ini. Ia menyebutkan bahwa dirinya pernah berkali-kali mencoret transkrip dan meminta pihak pembuat film membuang semua adegan bohong. Namun ternyata transkrip tersebut baru diberikan kepadanya setelah proses pengambilan gambar sudah rampung.

Ketika Ahok sendiri yang meminta adegan-adegan tak sesuai kebenaran pada film tersebut dipotong, pihak pembuat film baru menyanggupi hal tersebut. Fifi menuturkan bahwa keluarga pun terpaksa menerima ketidaksesuaian tersebut dengan syarat menampilkan foto-foto asli kami.

"Untunglah semua bagian bohong, tidak sesuai aslinya, sudah di-cut. Itupun setelah Koko Ahok sendiri yang minta baru mereka mau cut bagian-bagian tersebut. Akhirnya keluarga terpaksa terima tidak sesuai dengan true story, asal ada foto-foto asli kami dimasukkan di film tersebut," tulis Fifi.

"Untuk film saya sudah minta berkali-kali gambaran papa saya disesuaikan dengan papa saya, tetapi karena mereka sudah selesai syuting baru kasih lihat transkrip ke kita.. ya jadi sedih kok papa saya kayak gitu cara pakaiannya, gayanya, semua beda," ujarnya lebih lanjut. 



Kontras dengan respon Fifi, adik kedua Ahok, Basuri Tjahaja Purnama, justru terharu kala menonton film 'A Man Called Ahok'. Ia merasa sang sutradara sudah melakukan tugasnya dengan sangat maksimal. Pasalnya kala menonton film tersebut, dirinya seperti dibawa mesin waktu ke masa kecil dan kondisi keluarga mereka kala itu.

Sang sutradara, Putrama Tuta, menyatakan bahwa film ini merupakan sebuah film drama yang pasti akan membawa pengembangan cerita dan karakter yang ada di film itu sendiri. Perihal pengambilan adegan dan jalan cerita dirinya selalu didampingi oleh sang penulis buku, Rudi Valinka.

"Yang saya pilih adalah saya lebih mengambil nilai dan visi yang terpenting untuk cerita. Akan sangat sulit kalau kita samakan 100% mereplika tampilan estetika beliau," ujarnya kala diwawancarai CNNIndonesia.com via telepon.

Pria yang akrab disapa Tuta ini juga menuturkan bahwa dirinya sempat bertemu dengan pihak keluarga mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut untuk memperlihatkan draft film tersebut.

"Buat saya yang paling penting itu saya bisa ngambil nilai-nilai yang ditinggalkan Pak Kim Nam kepada anak-anaknya," tukasnya lagi.

[Gambas:Instagram]
(dna/rea)