Brad Pitt Sebut Angelina Jolie Memanipulasi Anak-anaknya

CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 00:50 WIB
Brad Pitt Sebut Angelina Jolie Memanipulasi Anak-anaknya Brad Pitt dan Angelina Jolie bercerai dua tahun lalu. (Frazer Harrison/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Brad Pitt geram dengan cara Angelina Jolie menangani perebutan hak asuk anak-anak mereka dan menyebut mantan istrinya itu terlalu sering membawa kelima anak mereka ke hadapan publik.

"Brad merasa kecewa dan tidak setuju dengan tindakan Angeline terhadap anak-anak mereka," ungkap sumber terdekat Brad, seperti dilansir HollywoodLife.

"Brad merasa Angie (Angelina Jolie) memanipulasi anak-anak, membuat mereka keluar ke hadapan publik agar ia terlihat seperti seorang ibu yang luar biasa. Inilah yang mengecewakan Brad.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa Brad selama ini menjalin hubungan dengan anak-anaknya secara pribadi, di balik pintu yang tertutup. Ia merasa sangat terganggu ketika Angelina membawa anak-anaknya di depan umum. Padahal selama ini Brad bekerja keras untuk menghindari konflik.

Brad juga menyatakan privasi anak-anaknya adalah hal yang paling penting saat ini dan ia sedih karena Angelina tidak melindungi anak-anak mereka dengan cara yang sama.


Proses perceraian Brad dan Angelina telah berlangsung selama dua tahun dan sidang lanjutan akan kembali digelar pada 4 Desember mendatang, kecuali keduanya setuju untuk langsung menyelesaikannya.

Angelina dilaporkan ingin memiliki hak asuh penuh atas anak-anak mereka, Pax (14), Zahara (13), Shiloh (12) serta si kembar Vivienne dan Knox (10). Sedangkan Maddox (17) tidak masuk dalam perebutan karena dianggap sudah dewasa untuk membuat keputusan sendiri. Sementara itu, Brad lebih menginginkan hak asuh bersama.

Pengacara hukum keluarga California, David T. Pisarra baru-baru ini mengungkapkan, meski Angelina melakukan segala cara untuk mendapatkan hak asuh penuh, Brad memiliki kemungkinan sekitar satu persen untuk mendapatkan hak asuh. Ia menyebut Brad sebagai orang yang stabil dan tidak melakukan kekerasan terhadap anak-anak mereka.

(vws)