Mark Hamill Merasa Terlibat di 'Star Wars' bak Kerja di CIA

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 16:28 WIB
Mark Hamill Merasa Terlibat di 'Star Wars' bak Kerja di CIA Mark Hamill mengungkap bagaimana pentingnya menjaga rahasia naskah 'Star Wars' rapat-rapat. (Gustavo Caballero/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor Mark Hamill merasa terlibat di Star Wars kini seperti bekerja untuk organisasi pemerintah nan rahasia bak CIA. Itu karena tim produksi, terutama sutradara JJ Abrams meningkatkan level kerahasiaan naskah film yang dibintangi Daisy Ridley itu.

Hamill bahkan harus menghafal naskah itu seketika karena tidak diperkenankan menyimpannya, bahkan hanya untuk semalam. Hamill yang sudah terlibat sejak Star Wars pertama tahun 1970-an, merasakan produksi film itu kini teramat drastis.

"Saya ingat ketika dulu saya membaca [skenario] Star Wars pertama, saya merasa, 'Wow ini hal paling gila yang pernah saya baca.' Saya memberikannya ke teman baik saya agar [dia] membacanya dan saya bertanya, 'Bagaimana menurutmu?' Dia akan berkata, 'Ini liar sekali, ini gila, boleh saya berikan ke Meredith?' 'Tentu, silakan,'" ia bercerita.



Naskah itu pun bisa berputar dan dibaca seluruh teman-teman baik Hamill.

"Dulu tidak ada yang peduli. Tapi sekarang seperti bekerja untuk organisasi pemerintah yang sangat rahasia, seperti bekerja untuk CIA," ujarnya menambahkan.

Demi keamanan naskah, itu bahkan ditulis di atas kertas merah. Tujuannya agar sulit dibaca dan tak bisa dikopi. Kata Hamill, pengetatan naskah itu sudah sejak The Force Awakens.


Ia menuturkan, saat ini dirinya masih mengerjakan Star Wars: Episode IX. Ada beberapa perbaikan di naskah. Jika ada revisi seperti itu, Hamill masih menggarisbawahi betapa ketatnya penjagaan terhadap naskah, akan ada seseorang dari perusahaan yang dikirim langsung untuk menyerahkan skenario itu ke tangan artis yang bersangkutan.

"Mereka akan datang dan memberikannya pada saya dan menunggu saya membacanya sebelum saya menyerahkannya kembali. Jadi, tidak ada tekanan! Kau bahkan tak boleh menyimpannya barang semalam. Tapi itulah kenyataannya sekarang," Hamill melanjutkan.

Untuk The Last Jedi, Hamill berhasil meminta tim produksi membiarkannya menyimpan naskah. Sebab, menurut penuturan Hamill, ia termasuk orang zaman dulu yang lebih suka membaca naskah cetak dan membuat catatan atau visualisasi khusus untuk membantunya mengingat.


"Tapi saya harus menguncinya [naskah The Last Jedi] di brankas setiap malam dan mereka membawanya bersama saya dan tidak membiarkannya lepas dari pandangan," cerita Hamill.

"Saya paham alasannya. Jika sebuah naskah bocor, itu menghancurkan semuanya," imbuhnya.

Star Wars: Episode IX yang sedang dikerjakannya dan naskahnya dijaga ketat itu, mengutip Entertainment Weekly, rencananya rilis 20 Desember 2019. (adp/rsa)