Gentayangan yang dulu disiarkan oleh stasiun TPI ini memiliki segmen khusus bernama Uka-Uka yang merupakan kependekan dari Uji Keberanian dan Uji Kebenaran.
Seperti pada banyaknya acara mistis serupa, Uka-Uka mengakomodir individu yang ingin menguji nyali mereka untuk membuktikan keberadaan makhluk halus di sekitar lokasi pengujian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Aktor Senior Torro Margens Meninggal Dunia |
Kadang, peserta bersikap heboh kala merasa ada makhluk halus dan ketakutan minta dihentikan, namun tak sedikit juga yang tetap kalem hingga pengujian selesai.
Banyak masyarakat menyukai Uka-Uka bukan hanya penasaran akan konten mistis, melainkan dari aksi si pemandu yang unik serta aksi pengenalan segmen tersebut yang heboh oleh Torro Margens.
Torro Margens yang memandu acara Gentayangan mendapatkan perhatian masyarakat kala itu berkat gayanya yang antagonis dan didukung dengan gaya visual yang 'lebay'.
Dalam memandu Gentayangan, Torro dengan suara serak khasnya tak sungkan memainkan intonasi, mulai dari rendah hingga teriak dengan permainan tangan di depan kamera.
Aksinya mungkin kini dikenal 'lebay', namun pada era tersebut, Torro sukses membantu Gentayangan bertahan di tengah persaingan acara dedemit yang sengit kala itu.
Hingga kemudian, masyarakat pun bosan dengan acara mistis dan Gentayangan akhirnya dihentikan produksinya seiring dengan bergantinya kepemilikan TPI ke MNC.
Kini sang raja Uka-Uka telah tiada. Torro Margens meninggal dunia Jumat (4/1) dini hari di usia 68 tahun karena sakit,
Mengutip Antara, jenazah Torro disemayamkan di perumahan Asri Village, Sukabumi, Jawa Barat.
[Gambas:Youtube] (end)