Wawancara Eksklusif

'Roma' dan Kenangan Manis Alfonso Cuaron di Dalamnya

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Minggu, 06/01/2019 15:10 WIB
Alfonso Cuaron. (Frazer Harrison/Getty Images for Palm Springs International Film Festival/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi Alfonso Cuaron, momentum Golden Globe Awards 2019 mendatang mungkin bukan yang pertama. Akan tetapi, tetap saja, melalui karyanya Roma, semua terasa lebih spesial.

Berkat karyanya yang berasal dari kenangan di masa kecil itu, sutradara asal Meksiko tersebut mendapatkan tiga nominasi di Golden Globe Awards 2019: Best Foreign Language Film, Best Director, dan Best Screenplay.

"Oh saya sangat senang karena [pujian] itu menghasilkan reaksi-reaksi atas film tersebut kala film itu dirilis," kata Cuaron saat berbincang dengan CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, beberapa waktu lalu.


Roma mendapatkan pujian luar biasa kala rilis perdana 30 Agustus 2018 di Venice International Film Festival. Pujian semakin mengalir kala film monokrom tersebut resmi rilis pada 21 November 2018.


Roma mengisahkan perjalanan seorang pekerja domestik bernama Cleodegaria Gutiérrez, atau yang biasa disebut Cleo (Yalitza Aparicio). Dirinya kerja dan tinggal bersama sebuah keluarga yang mengalami masalah rumah tangga.

Nyonya majikannya yang bernama Sofia harus menghadapi kelakuan sang suami, Antonio, yang jarang pulang dan pemarah. Hingga suatu kali, Sofia menyadari Antonio memiliki wanita simpanan.

Cleo bukan hanya harus menghadapi kondisi emosional majikannya yang berantakan sembari mengurus empat anak-anaknya dan rumah yang besar, tetapi juga cerita cintanya yang nelangsa.

Jatuh cinta pada pemuda bernama Fermin hingga menghasilkan jabang bayi dikira Cleo awalnya adalah berkat. Hingga kemudian, Fermin tak mau mengakui anak itu dan meninggalkannya sebagai beban bagi Cleo.

Salah satu adegan dalam film 'Roma'. (dok. Netflix)Salah satu adegan dalam film 'Roma'. (dok. Netflix)

Dinarasikan secara apik oleh Cuaron, film ini disebut-sebut sebagai karya paling personal sutradara 57 tahun tersebut.

Film ini kemudian menghasilkan banyak penghargaan dan nominasi, seperti pada Golden Globe Awards 2019. Untuk Oscar 2019, sejauh ini, Roma masuk daftar pendek kategori Best Foreign Language Film.

Dalam kategori Best Foreign Language Film Golden Globe Awards, Roma menjadi film kedua Cuaron yang masuk dalam kategori tersebut.

Pada 2002, karyanya yang juga berbahasa Spanyol, Y Tu Mama Tambien mengantarkan dirinya masuk nominasi Golden Globe untuk pertama kali meskipun tak berhasil menyabet piala globe.

"Saya sangat bahagia soal hal tersebut [nominasi] tapi saya juga sangat bahagia karena ini film Meksiko dan berbahasa Spanyol," kata Cuaron.


"Jadi saya juga sangat bahagia karena Golden Globe merayakan keberagaman dalam film dari budaya yang jauh berbeda dari mereka," lanjutnya.

Kasih Sayang Libo

Alfonso Cuaron berbagi lebih lanjut mengenai porsi spesial Roma yang membuat film ini bukan hanya sekadar karya apik secara sinematik, melainkan juga punya makna mendalam bagi dirinya.

"Mungkin 90 persen dari materi [film 'Roma'] datang dari kenangan saya akan Libo," kata Cuaron kala menjelaskan lebih lanjut mengenai Roma.



Perbincangan dengan Alfonso Cuaron mengenai Libo hingga kompleksitas pembuatan 'Roma' di halaman selanjutnya...  (end)
1 dari 2