'Lagi-Lagi Ateng', Usung Pentingnya Keutuhan Keluarga

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 13:32 WIB
'Lagi-Lagi Ateng', Usung Pentingnya Keutuhan Keluarga Para pemeran film 'Lagi-Lagi Ateng' dalam kunjungan ke CNNIndonesia.com. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film 'Lagi-Lagi Ateng' secara resmi dirilis mulai Kamis (10/1). Film yang mengadaptasi karakter ikonis dari sosok komedian legendaris Ateng dan Iskak ini mengisahkan tentang dua anak kembar bernama Ateng dan Agung (diperankan Augie Fantinus) yang tumbuh secara terpisah.

Ateng hidup ikut dengan sang ayah, sementara Agung ikut ibunya. Secara tak sengaja, keduanya bertemu dan memiliki keinginan untuk menyatukan kembali keluarga mereka.

Aktor Surya Saputra yang turut terlibat sebagai Budiman, ayah Agung dan Ateng, mengatakan bahwa secara garis besar film ini berbicara tentang pentingnya keutuhan keluarga.


"Di film ini, karakter Ateng dan Agung berusaha mengembalikan kerukunan ayah dan ibunya. Seperti salah satu dialog yang disampaikan Agung, 'Sekaya apapun, sekuat apapun, pada saat enggak punya keluarga kita lemah,'" kata Surya saat menyambangi kantor CNNIndonesia.com.


Meski menggunakan nama besar komedian di era 70-an, film Lagi-Lagi Ateng disebut bukan film biopik tentangnya ataupun bentuk produksi ulang dari film-film sebelumnya.

Menurut Julie Estelle yang ikut berperan sebagai Cemplon, asisten Agung, film ini merupakan bentuk persembahan atas kiprah dua tokoh besar yakni Ateng dan Iskak.

"Ini merupakan film tribute untuk dua komedian legendaris Ateng dan Iskak, jadi bukan remake ataupun reborn. Film ini benar-benar dikemas secara baru dan menggunakan naskah asli," ungkap Julie.

Selain Surya dan Julie, film ini turut dibintangi oleh Soleh Solihun sebagai Iskak, serta Rohana 'Srimulat' sebagai Mbok Sutinah, pengasuh Ateng dan Agung.

Selama proses syuting, kata Soleh, dia dan Augie butuh waktu latihan lebih lama untuk dapat masuk ke dalam karakter Ateng dan Iskak.


"Selain nonton film-filmnya yang dulu, saya dan Augie latihan dulu selama satu bulanan dibantu Ribut Mardiyanto, dia dulu berteman dengan Ateng dan Iskak sehingga sudah tahulah karakternya bagaimana. Jadi sebelum pemain lain dihubungi, kami latihan satu bulan, termasuk belajar logat Jawa," kata Soleh lebih lanjut.

Tak hanya itu, sebagai Iskak yang memiliki logat bahasa Jawa, Soleh pun mengungkapkan bahwa dia secara khusus diminta mempelajari itu. Setidaknya, ia harus melepaskan logat bahasa Sunda yang sudah melekat pada dirinya.

"Awal-awal saya dilatih begitu, minimal kalau enggak bisa dapat medok Jawa, logat Sunda itu setidaknya jangan sampai kedengaran. Jadi kalau enggak dapat logat Jawa itu aman lah selama Sundanya enggak kedengaran, tapi kalau tiba-tiba muncul itu kan jadi aneh karena Iskak bukan Sunda," tambahnya.

[Gambas:Youtube]

Anggota Srimulat, Rohana yang dulu berteman dengan Ateng semasa hidupnya mengaku begitu bangga dan bersyukur dapat terlibat dalam film ini. Baginya, Ateng merupakan sosok luar biasa yang pernah ia kenal.

"Dulu sering ketemu, Ateng pun pernah menjadi bintang tamu Srimulat. Waktu beliau masih ada, berdua Iskak sering main ke rumah saya kadang bawa anaknya juga si Agung. Dia orangnya baik, suka bercanda, dan sehari-harinya memang menyenangkan," tutur Rohana. (agn/end)