Penulis 'Bandersnatch' Jelaskan Soal Adegan 'Tersembunyi'

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 16/01/2019 13:16 WIB
Penulis 'Bandersnatch' Jelaskan Soal Adegan 'Tersembunyi' Episode 'Bandersnatch' masih hangat jadi pembicaraan karena keunikannya. (Foto: dok. Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak semua orang yang menonton film Bandersnatch menyaksikan adegan yang sama karena format interaktif yang digunakan. Penonton bisa menentukan jalan cerita sendiri saat muncul dua pilihan di layar.

Dengan begitu, kemungkinan besar ada adegan yang tidak ditonton karena tidak dipilih oleh penonton. Bahkan dalam wawancara bersama The Hollywood Reporter, sutradara David Slade mengatakan ada adegan yang tidak bisa diakses.

Melansir The Wrap, penulis Charlie Brooker mengungkapkan, memang ada 'kecelakaan' sehingga beberapa adegan Bandersnatch terhambat aksesnya. Ia pun jujur mengakui tidak pernah memiliki rencana untuk membuat adegan yang tak bisa diakses tersebut.



"Kami tidak bisa mengakses adegan karena kami melakukan perubahan di beberapa hal dan hasilnya, secara teknis (tidak bisa diakses), karena (cerita) itu telah dijadikan satu seperti linimasa yang panjang dengan semua rekaman di dalamnya, jadi seperti ada beberapa lompatan dalam linimasa itu," kata Brooker.

"Jadi pada satu titik setelahnya, saya pikir, kami berhasil membuat linimasa itu sampai final, di mana kemudian kami mengubah sesuatu yang berkaitan dengan jalur interaktif. Artinya, ada satu atau dua bagian yang jadi tak terpakai," lanjutnya.

Bandersnacth merupakan bagian dari serial Black Mirror yang sebelumnya telah terlebih dahulu populer karena keunikan ide ceritanya. Namun versi interaktif yang mengejutkan publik ini baru pertama kali dipakai Netflix, dan ternyata mendapat sambutan hangat.


Sebelumnya, Brooker mengungkapkan tak mau lagi merilis episode Black Mirror dalam versi interaktif. Dia mengaku adalah pekerjaan besar untuk menyuguhkan film yang melibatkan langsung penontonnya.

Meski demikian, ia tetap menjanjikan hal-hal menarik dalam Black Mirror. "Ini lebih sulit daripada yang kau pikirkan," katanya kepada The New York Times.

Ia melanjutkan, "Kami melakukan episode dan cerita yang lebih optimis, bukan hanya sekadar fiktif dan bernada negatif. Kami ingin menjaga pertunjukan tetap menarik bagi kami." (adp/rea)