90 Tahun Misteri Kehidupan Tintin

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 19/01/2019 08:52 WIB
90 Tahun Misteri Kehidupan Tintin Tintin, sang reporter misterius. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tintin, karakter reporter muda yang terkenal karena petualangan eksotis dan mengekspos kejahatan di seluruh dunia, genap berusia 90 tahun bulan ini.

Sang pemilik rambut jambul itu lahir dari tangan kartunis Belgia Georges Remi, atau lebih dikenal sebagai Herge. Tintin diciptakan berdasarkan karakter seorang bocah pramuka gemuk bernama Totor, tokoh yang lebih dulu dibuat oleh Herge.

Hanya saja, Tintin dibuat lebih kurus dan berpenampilan lebih rapi ketimbang Totor. Namun, tetap mempertahankan cita-cita tinggi dan kebaikan karakter sebelumnya, serta keahlian untuk mengatasi situasi sulit.


Potretnya pertama kali muncul dalam format komik strip di laman Le Petit Vingtieme pada 10 Januari 1929. Bersamaan dengan itu, petualangan pertama Tintin diberi judul Land of the Soviets, yang menampilkan pertarungan melawan para pemimpin sosialis di Uni Soviet.


Secara singkat, saat itu Tintin terbukti sukses dan Herge melanjutkan petualangan Tintin ke seluruh dunia, baik di tempat yang benar ada maupun karangannya saja. Dalam edisi Flight 714 To Sydney, Tintin diceritakan sempat singgah di Bandara Kemayoran Jakarta dalam perjalanannya menuju Sydney.

Mengutip Independent, salah satu daya tarik utama dari karya Herge adalah kegemarannya terhadap keberanian Tintin sendiri, bagaimana karakter itu mengejar Holy Grails, Maltese Falcons, dan Hitchcockian MacGuffins dari Tokyo ke Andes, lalu menavigasi dunia mata-mata, gangster, janda, sampai aristokrat.

Namun, Herge tidak hanya menonjolkan keberanian sosok Tintin, seri petualangan yang diciptakannya juga menyuguhkan karakter pendukung yang tak terlupakan, mulai dari pelaut yang menjengkelkan Kapten Haddock, anak anjing yang setia Snowy hingga duo yang selalu malang, Thomson dan Thompson.

Pada 1949, karakter milik Herge itu semakin menunjukkan popularitasnya. Bahkan, ia ditawari kesempatan untuk menerbitkan majalahnya sendiri yang didedikasikan khusus untuk Tintin. Herge yang semula bekerja sebagai ilustrator di Le Soir akhirnya meninggalkan pekerjaan itu dan pindah ke Le journal de Tintin.


Sejak saat itu, karakter Tintin semakin besar dan dipuja di negara-negara di seluruh dunia, hingga kemudian petualangannya diterjemahkan ke lebih dari 50 bahasa.

Adapun Herge terus mengerjakan cerita baru untuk tokoh Tintin sampai kematiannya pada 1983.

Setelahnya, karakter Tintin tak ikut mati begitu saja. Hingga kini, tokoh Tintin masih melekat dalam benak dan kehidupan para penggemarnya. Bahkan, usai kepergian Herge, karakter Tintin terus dihidupkan baik lewat seri TV, film, dokumenter, pertunjukan teater, video games, pameran bahkan hingga memorabilia dan merchandise.

Kisah Tintin terabadikan dalam 24 judul novel grafis yang diciptakan oleh Herge sejak 1929 hingga akhir hayatnya.


Misteri Latar Hidup Karakter Tintin

Sekilas, Tintin tampak seperti karakter sederhana. Para penggemar pun tak menilai karakter Tintin mudah diterima sekalipun kerap dihadapkan dengan karakter aneh dan eksentrik di kota-kota yang fantastis.

Namun di balik itu, bila melihat lebih dalam, ada beberapa kurangnya kompleksitas Tintin yang meninggalkan sejumlah pertanyaan.

Misalnya, berapa usia Tintin? Tidak ada yang secara pasti tahu usia tokoh ini. Dia sudah cukup tua untuk tak peduli dengan sekolah atau keluarganya, pergi ke pub dan minum-minuman beralkohol, serta mempertahankan pekerjaan dan hidup sendirian. Namun, semua orang masih memanggilnya bocah laki-laki.

Pada 1979, dikutip dari laman Neatorama, Herge mengatakan bahwa saat pertama kali memulai komik, ia berpikir Tintin berusia sekitar 14 atau 15, tetapi pada saat itu, ia menganggap karakter tersebut berusia 17 tahun, dengan penggambaran kepribadian karakter yang berwawasan luas tapi tetap terbuka.


Umumnya, anak seusia 17 tahun masih memiliki keluarga atau kerabat dekat. Namun dalam serinya, keluarga Tintin tidak pernah diungkap, ia juga tidak pernah disebut anak yatim. Tak ada banyak cerita latar kehidupan Tintin. Ia bak bocah ajaib yang tak terungkap masa lalunya.

Bagaimana ia bisa tahu banyak bahasa, bisa mengendarai mobil, menerbangkan pesawat, menunggangi kuda, mendaki gunung, melakukan yoga dan lainnya?

Setidaknya, untuk dapat hidup sendiri tanpa bantuan keluarga Tintin butuh memiliki uang. Meski di awal cerita ia dikisahkan sebagai seorang reporter, tetapi Tintin tak pernah terlihat benar-benar menulis atau membuat laporan. Dia juga tak pernah pergi ke kantor, tak punya rekan kerja, atau terlihat menghubungi bosnya.

Namanya saja masih meninggalkan misteri. Tak pernah ada yang tahu siapa nama lengkap Tintin. Sekalipun banyak yang berspekulasi itu merupakan nama samaran sebagai jurnalis. (agn/rea)