FOTO: Pro dan Kontra Festival Kumbh Mela di India

Reuters, AFP, CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 07:03 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Festival terbesar di India ini mengikuti tradisi Hindu dan kini, mengundang pro dan kontra ketika para politikus turut campur.

Para Naga Sadhus, atau pria Hindu suci bergantian menceburkan diri dalam sungai yang dipercaya punya sejarah penting untuk agama mereka. (REUTERS/Danish Siddiqui)
Kumbh Mela adalah sebuah festival khas India yang memakan waktu sampai delapan minggu, diikuti oleh 150 juta orang termasuk warga asing atau mereka yang datang dari luar India khusus untuk mengikuti festival.  (REUTERS/Jitendra Prakash)
Seorang pria berpakaian sebagai dewa Hindu meminta sedekah dalam acara Shahi Snan sebagai bagian dari Kumbh Mela. (REUTERS/Danish Siddiqui)
Peserta festival ini disebut makin banyak setiap tahunnya. Mengikuti festival ini nyaris menjadi tren.  (REUTERS/Danish Siddiqui)
Perdana Menteri Narendra Modi melihat kesuksesan festival ini sebagai cara 'membakar' kepercayaan sebagai pembela agama Hindu. (REUTERS/Danish Siddiqui)
Besarnya festival ini mengundang ketertarikan para politikus, dan akhirnya melahirkan sejumlah pro dan kontra. (REUTERS/Danish Siddiqui)
Sebagian menyebutkan negara memanfaatkan popularitas festival untuk kepentingan politik. (REUTERS/Jitendra Prakash) 
Sebagian lain memandang popularitas festival Kumbh Mela merupakan cara tepat untuk menambah devisa negara sekaligus memperkenalkan India dan agama Hindu. (REUTERS/Danish Siddiqui)
Seorang peserta festival menceburkan diri dan mencelupkan rambut dalam Shahi Snan atau 'mandi besar'. (REUTERS/Danish Siddiqui)
Kumbh Mela merupakan festival yang berakar dari tradisi agama Hindu yang menceritakan Dewa Wisnu merebut pot emas berisi nektar keabadian yang tadinya dibawa oleh setan. Seteru tersebut dikisahkan terlibat dalam pertarungan selama 12 hari. (REUTERS/Danish Siddiqui)