FOTO: Reruntuhan Pelabuhan Bersejarah di Libya

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 12:37 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pernah dihuni oleh orang Yunani kuno, kini reruntuhan bergaya Yunani-Romawi itu sedang dipertimbangkan untuk dibangun kembali menjadi destinasi wisata.

Pemandangan reruntuhan bangunan kuno di tepi pantai di dekat pelabuhan Susah, Libya. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori)
Batu putih ini tadinya adalah wujud sebentuk mimpi untuk membangun salah satu pelabuhan terbesar di Afrika Utara. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori)
Sisa-sisa reruntuhan bangunan kuno Yunani dan Roma di kota Kirene, di Shahhat, Libya yang ditinggalkan begitu saja. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori)
Namun reruntuhan itu mengandung keindahan tersendiri yang akhirnya menjadi daya tarik bagi orang-orang untuk sekadar mengunjungi dan berjalan-jalan di antaranya. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori)
Saat ini disebutkan pemerintah Libya sedang dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk kesepakatan senilai $1,5 miliar atau setara Rp21,2 triliun. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori)
Kesepakatan tersebut terkait rencana untuk mendirikan 'mega port' atau pelabuhan raksasa yang bisa menjadi destinasi wisata dan mengundang para turis. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori)
Bila berjalan lancar, kontrak tersebut bakal mengikat selama 35 tahun ke depan untuk membangun kembali lokasi yang pernah ramai ditempati oleh orang Yunani kuno itu. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori)
Investasi besar seperti di atas terbilang jarang terjadi di Libya yang terkenal sebagai daerah penuh konflik dan kekacauan sejak 10 tahun lalu. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori)
Grafiti di dinding batu yang menambah keunikan dan orisinalitas bangunan. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori)
Saat ini Libya disebut sangat membutuhkan lowongan pekerjaan untuk anak-anak muda mereka, dan kerjasama bernilai miliaran dollar itu dirasa akan membantu. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori)