Hollywood Mulai 'Angkat' Perempuan

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 08:15 WIB
Hollywood Mulai 'Angkat' Perempuan Usai pidato kesetaraan gender dari Frances McDormand di Oscar tahun lalu, Hollywood kini mulai berubah.(REUTERS/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang setahun usai pidato peraih Best Actress Frances McDormand di Oscar 2018 lalu tentang kesetaraan gender di Hollywood. Kiblat industri film itu mulai menunjukkan perubahan.

Tahun lalu, kala McDormand memenangkan Oscar berkat aksinya di Three Billboards Outside Ebbing, Missouri, ia menyerukan para sineas berpengaruh untuk mendukung persyaratan inklusif.

Persyaratan yang dimaksud adalah kontrak yang mengharuskan produsen film, dalam hal ini produser serta studio, untuk ikut mempertimbangkan kandidat perempuan dalam pekerjaan di industri film, mulai dari kameo hingga sutradara.


Usai pidato McDormand, studio Warner Bros diketahui membuat sebuah kebijakan yang terinspirasi dari pidato tersebut. Selain itu, bintang papan atas macam Matt Damon dan Michael B Jordan yang juga bekerja sebagai produser, berkomitmen mendorong ide itu.


"Sangat luar biasa," kata Kalpana Kotagal, pejuang hak asasi yang juga ikut membangun konsep persyaratan inklusif. Syarat itu juga digunakan untuk mendorong penerimaan terhadap sineas kulit berwarna, kelompok LGBT, difabel, dan senior.

"Kami sesungguhnya melihat ini mulai diimplementasikan," lanjutnya.

Kotagal memberikan contoh dengan film Hala yang rilis di Sundance Film Festival dan akan diedarkan oleh Apple. Produser film tersebut menerapkan syarat inklusif tersebut dan mengisi banyak posisi dalam proyek film itu dengan perempuan, yang sebagian besar menjabat di posisi penting.

Publisitas terkait syarat tersebut juga sebagai upaya menekan para sineas meningkatkan jumlah keterwakilan perempuan.


Dalam sebuah studi yang dirilis awal bulan ini menunjukkan ada perubahan di Hollywood. Sebanyak 40 judul dari 100 film terlaris pada 2018 menjadikan perempuan sebagai karakter utama.

Temuan itu disebut University of Southern California's Inclusion Initiative merupakan yang tertinggi sejak pengamatan yang telah dilakukan selama 12 tahun terakhir.

Studi itu pula mencakup sejumlah judul film yang populer kini, seperti 'Roma', 'A Star Is Born', dan 'The Favourite'.

Selain itu, sebanyak 28 persen dari nomine Oscar 2019 tercatat adalah perempuan. Hal ini menjadi yang tertinggi dalam sejarah Academy Awards.


Dengan berbagai temuan itu, Hollywood dianggap mulai melangkah mendukung keberagaman gender.

Lembaga The 4 Percent Challenge pun meminta sebuah komitmen dari industri Hollywood untuk mengumumkan setidaknya satu film panjang akan disutradarai oleh sineas perempuan dalam 18 bulan ke depan. Nama lembaga itu sendiri merujuk pada jumlah film yang disutradarai perempuan dalam 1.200 film top dalam sedekade terakhir.

"Selama berdekade-dekade, sutradara selalu dilihat sebagai pekerjaan laki-laki," kata sutradara nomine Oscar, 'Vice', Adam McKay.

Namun McKay mengatakan pandangan itu mulai berubah, dan perusahaan yang ia miliki telah membuat lima film panjang dengan menunjuk perempuan sebagai sutradaranya. (end)