FOTO: Berkas Cahaya dari Makha Bucha

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 11:01 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pada perayaan Makha Bucha di Thailand, masyarakat dan para biksu berjalan berjajar membawa lilin menghormati bulan purnama.

Jika Anda berkunjung ke Thailand Selasa (19/2) lalu, biksu-biksu akan terlihat mengadakan upacara khidmat penuh cahaya di malam hari. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Itu adalah perayaan Makha Bucha Day, yang biasanya jatuh pada bulan purnama ketiga penanggalan Thailand. Pada tahun kabisat, itu dirayakan pada bulan keempat. (REUTERS/Jorge Silva)
Selain di Thailand, upacara serupa diselenggarakan di Kamboja, Laos, Sri Lanka, dan Myanmar. Namun tahun ini, perayaan di Thailan spesial karena ia pertama kali diadakan kembali setelah meninggalnya raja mereka yang membuat masyarakat berduka. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Di hari itu, masyarakat diliburkan untuk menghormati bulan purnama. Bar-bar pun tutup. (REUTERS/Jorge Silva)
Lazimnya mereka menghabiskan waktu di kuil-kuil lokal dan berdoa. Pemeluk agama Budha juga bisa mendengarkan ajaran-ajaran di sana atau menghormati para biksu. (REUTERS/Jorge Silva)
Yang menarik adalah saat malam tiba. Para biksu—masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi—mengenakan busana kebesarannya dan membawa mangkuk berisi lilin. (REUTERS/Samrang Pring)
Mereka berjalan berjajar dan membawa semacam seserahan atau sesajen untuk Budha. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Jika tak ingin ikut upacara itu, merayakan Makha Bucha bisa di rumah, hanya dengan mengikuti ajaran Budha, seperti tidak melukai makhluk hidup apa pun, tidak mengambil apa pun yang tidak menjadi haknya, tidak berbohong dan bergosip, dan tak ada seks menyimpang. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Bukan hanya itu, ajaran Budha yang lain termasuk tidak makan daging pun diterapkan. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Perayaan ini tak tertutup hanya bagi masyarakat Thailand. Turis pun banyak yang tertarik, asal mereka tidak menyalahi aturan dan tetap menghormati yang beribadah. (REUTERS/Samrang Pring)